1 bulan kemudian. Anas terlihat cemas saat mendapati kabar dari asisten pribadi papanya, Marco. Kalau sang papa di rawat di rumah sakit. Kecurigaan Anas selama ini akhirnya terpenuhi juga. "Ada apa, Nas?" tanya Mark yang saat itu duluan melihat kecemasan dari wajah sahabatnya itu. "Iya kenapa lo? Pucat banget wajah lo," kata Denada menimpali. "Kata kak Marco, papa masuk rumah sakit," balas Anas gugup. "Serius? Sakit apa Nas? Bukannya selama ini baik-baik aja kan?" tanya Denada. "Gue juga gak tahu, Nad. Gue sih selama ini baru pertama kalinya lihat papa sakit. Tapi, keesokan harinya papa enakan kok. Malahan, dinas keluar kota. Jadi, jarang banget setahu gue," balas Anas sedih. "Terus gimana?" tanya Mark. "Gue mau izin dulu ke Jaxton," kata Anas sambil berdiri. Mark menahan Anas seb

