BAB44 - CEMBURU

1017 Kata

"Apa kau berbohong?" tanya Anas ke Jaxton. Dahi Jaxton mengerut. Bagaimana bisa Anas berpikir seperti itu pikirnya. Sejenak Jaxton memilih berdiam untum mencerna ucapan Anas. Kembali mengingat perkataannya tadi siang. Mungkin, ada salah kata yang sempat Jaxton katakan. "Kenapa kau berpikir aku berbohong, Nas?" tanya Jaxton. Tidak menemukan kesalahannya sendiri, akhirnya Jaxton memilih bertanya ke Anas. "Hemmm ... kata kamu siang tadi, bukankah yang kamu temui adalah klienmu? Kenapa jadi Belinda yang ada bersamamu?" tanya Anas. "Agh ... aku paham. Apa kau cemburu?" senyum tipis Jaxton berikan. "Tidak! Siapa juga yang cemburu?" ketus Anas, sedikit menolak tubuh bida d**a Jaxton. Jaxton menarik kembali tubuh Anas, hingga tidak ada celah di antara keduanya. "Jika kau cemburu, katakan saj

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN