"Lihat gak, itu pak Jaxton," kata Denada seperti berbisik dan panik sendiri. Kedua bola mata Anas terlihat membola penuh. "Bukankah, katanya tadi dia sedang bertemu dengan kliennya?" batin Anas. "Nas! Siapa itu cewek?" Denada membuyarkan lamunan Anas. "Agh ... ou itu yang namanya Belinda, Nad," balas Anas. "Cantik banget," sambung Mark. Plakkkkkkk .... "Apaan sih Nad!" ketus Mark. Kedua matanya melotot ke arah Denada yang memberikan kode ke arah Anas. Anas sibuk memperhatikan Jaxton yang memang terlihat sangat dingin di depan Belinda. "Ayoooo ... kita balik kantor," ajak Anas seraya berbalik dan berjalan. Mark dan Denada, pun mengkitu Anas. Baru beberapa langkah berjalan, lagi-lagi Anas di hentikan dengan kehadiran Andrew, asisten pribadi Jaxton. "Nona Anas," sapanya dengan kepala

