"Egh ... Pak Jaxton," kata Mark salah tingkah. Jaxton yang bersedekap memperhatikan Mark. Kemudian, sekilas membalas tatapan mata Anas yang ngeri melihat ke dirinya. "Jangan mengatakan yang aneh-aneh Mark. Kamu bisa saja membuat calon istri—saya ketakutan melihat saya," balas Jaxton. Mark dan Denada, sama-sama menoleh ke Anas. Anas pun membuang pandangannya ke arah komputer. "Bekerjalah dengan baik," ucap Jaxton, kemudian berlalu pergi dari hadapan mereka. Anas memperhatikan Jaxton yang pergi di ikuti oleh Andrew, asisten pribadinya sekaligus sekretaris perusahaan. "Lo sih! Suka-suka aja ngomongnya. Pak Jaxton itu, punya kuping di mana-mana," kata Denada dengan sorot mata menyeramkan. "Sudah, jangan bertengkar. Nanti siang, makan bareng ya. Gue pengen cerita sama kalian berdua," kat

