"Ada baiknya kalian memikirkan keinginan Papa, Jax." Jack melirik ke Jaxton dan Anas. Jaxton sejenak berpikir. Anas terdiam. Jaxton menggenggam tangan sang papa. "Baiklah Pa ... besok kita adakan pertunangan Jax dan Anas." Anas menoleh ke Jaxton. Wanita ini terkesiap mendengar ucapan pria di sampingnya. Kedua manik mata Jaxton, tak mampu untuk membalas tatapan keterkejutan Anas. Tangan Papa Johan terulur ke arah Anas. "Apa kau keberatan, Nak?" Anas membalas tatapan papa Johan. Dan melihat wajah papa Johan yang terlihat sangat pucat. Anas tersenyum dan membalas genggaman tangannya. "Tidak Paman ... mari kita adakan besok pertunangan Anas dan Jaxton." Jaxton yang mendengarkannya sangat lega. Jack tersenyum bersyukur. Papa Johan tak kala senangnya. "Terima kasih, Nak. Kalian sudah sanga

