Lynelle dipenuhi kerinduan yang luar biasa besar. Saat ia mampu melihat Rose secara langsung, dia memeluk anak itu erat-erat dan menciuminya dengan membabi buta. Beberapa pelayan yang melihat hal ini mengerutkan kening kebingungan. Reaksi Lynelle terlalu antusias untuk ukuran seorang pengasuh. Bagaimana bisa kasih sayang seperti itu dideklarasikan dengan alami, seolah-olah mereka saling terkait hubungan istimewa. Namun, yang lebih mengherankan lagi, Rose menerima perlakuan Lynelle begitu saja, tersenyum lebar dengan pipi gembil menyenangkan. "Eduardo berkata kau adalah pengasuh baruku!" Rose menatap wanita cantik di depannya, tangannya meraih jari jemari Lynelle dengan antusias. "Ya. Panggil saja aku Carol!" Lynelle mengusap lembut puncak kepala Rose, menunjukkan kasih sayang murni.

