Rose duduk tegak di ruang makan. Dia memandang Lynelle yang duduk di kursi terjauh dan tersenyum kecil. Sebagai seorang pengasuh, bukan ranah Lynelle untuk ikut duduk di meja yang sama dengan tuan rumah. Tetapi Rose telah berkeras agar Lynelle makan bersama, tanpa batasan-batasan yang ada. Tak berdaya menolak permintaan anak itu, Lynelle mengikuti kemauan Rose. Edgar memandangnya dengan tatapan tajam yang siap memakannya bulat-bulat saat Lynelle berniat mundur. Tentu saja akhirnya Lynelle tak bisa menolak lebih jauh lagi. Dia jelas tak ingin memancing kemarahan Edgar dengan sengaja. "Habiskan makananmu! Satu jam lagi guru privatmu akan datang!" Edgar mengingatkan Rose. Nada suaranya yang biasanya tajam, kini terdengar sedikit lembut. Lynelle membeku di tempat duduk. Tangannya berhent

