Lynelle tidak pernah merasa seberbahagia ini sepanjang hidupnya. Saat harapannya pudar dihempas keadaan, saat impiannya tak lagi tahu akan berakhir seperti apa, ia dihadapkan pada hadiah surga berupa kembalinya Edgar dalam pelukannya. Hari sudah melewati fajar saat orang-orang kembali ke kediaman Edgar. Lynelle yang menghabiskan sepanjang waktu dengan berdiri di balik jendela menatap langit, segera berlari menyambut mereka. Felton. Beatrice. Cellin. Edgar. Hanya Eduardo saja yang tidak kembali. Sepertinya orang itu sengaja di tinggalkan untuk membersihkan semua bukti. Lynelle memeluk Edgar dengan rasa syukur. Dia menatap wajah Edgar yang penuh luka, menyusuri dengan jarinya, dan baru menyadari tangan Edgar dibalut kain kemeja dengan noda darah. Wajah Edgar sangat pucat. Bibirnya gemetar

