Gelisah, sedih, marah, merasa bersalah, menyesal, takut. Entahlah. Kirana sendiri sulit mendeskripsikan apa yang ia rasakan saat ini. Ia bahkan sulit berkonsentrasi dalam melakukan segala hal. Seperti saat ini, saat membuatkan s**u untuk Galen. Kirana tidak sadar jika botol s**u yang dipegang dan diletakkan di bawah saluran air panas dispenser nyaris terisi penuh. Matanya memang mengarah pada benda tersebut. Namun, pandangannya kosong. Pikirannya berkelana entah kemana. Hingga …. “Aww … sstt.” Kirana memekik dan mendesis perih saat air panas dalam botol tersebut meluber, mengenai tangannya. Refleks, ia menjatuhkan benda tersebut hingga airnya memercik mengenai kakinya. Mendengar pekikan Kirana, Mbak Erni yang sedang menemani Galen bermain lantas menoleh. “Mbak!” serunya khawatir semb

