Selva duduk termangu di tepi tempat tidur. Menatap lurus pada potret keluarga yang tergantung di dinding, tepat di depan pembaringannya. Potret yang diambil saat Galen merayakan ulang tahun pertama itu menunjukkan betapa bahagianya keluarga mereka saat itu. Berbanding terbalik dengan keadaan saat ini. Senyum Kirana yang selalu menghiasi hari-hari mereka, kini sirna. Berganti dengan raut dingin yang membekukan segalanya. Tidak ada canda tawa, yang ada hanya perdebatan dengan intonasi tinggi yang sarat akan amarah dan Kebencian. Saling menyalahkan dan merasa paling benar. Semua ini terjadi karena tindakan impulsifnya menolong sang ibu yang saat itu sedang dalam bahaya. Namun, wanita yang dulu mengatakan ingin menebus kesalahan justru memanfaatkan dirinya. Mendesaknya melakukan sesuatu den

