Tamu Tak Diundang

1466 Kata

Suasana kediaman Satya Prawira kembali hangat meski rasa kehilangan masih menyelimuti. Seperti saat ini, Satya beserta anak-istrinya menikmati makan malam diselingi dengan obrolan ringan. Sesekali terdengar tawa dan rengekan manja dari seorang gadis yang sebentar lagi berusia tujuh belas tahun. Tidak ada lagi kebisuan dan wajah suram. Mereka tampak bahagia. Berbanding terbalik dengan seseorang orang tengah menatap sendu dari ruang keluarga. Seseorang yang empat bulan lalu memutuskan pergi dari rumah ini dan memilih tinggal bersama wanita yang melahirkannya. "Benar, kan. Mereka bahagia … tanpa aku." Bibirnya mengulas senyum, tapi jantungnya berdenyut perih. "Selva!" seru Satya dengan mata membola. Kirana dan Belva kompak menatap Satya sejenak lalu menoleh mengikuti arah pandang sang k

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN