Benalu

1515 Kata

Menarik napas panjang lalu mengembuskannya perlahan lewat mulut berulang kali dilakukan oleh wanita yang hari ini tampak anggun dengan long dress berwarna dusty rose. Ia sengaja menjauhkan dari kemeriahan pesta. Menyendiri di taman yang ada di luar gedung resepsi pernikahan Laura. “Tenang, Ki … tenang.” Ia terus mensugesti dirinya untuk tetap tenang dan tidak terpancing dengan unggahan yang membuat darahnya mendidih. “Ngapain lo ngumpet di sini? Ngindarin mantan?” Suara dan tepukan Monik di pundaknya menyentak kesadaran Kirana. “Ck, ngagetin aja, lo,” ujarnya kesal sembari melirik sinis pada sahabatnya. “Yang mana mantan lo, Ki?” tanya gadis itu lagi. Kebiasaannya ketika mereka mengunjungi sebuah kota. “Lo pikir mantan gue tersebar di seluruh kepulauan indonesia.” Kirana menjawab deng

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN