"Baru pulang?" Selva yang baru saja menutup pintu berjingkat. Untuk beberapa saat, jantungnya berdetak cepat. Diliriknya jam yang melingkar pada pergelangan tangan kiri. 10:55, angka yang tertera pada layar. Hari ini, Selva memang pulang lebih lambat dari biasanya. Sebab, kafe tempatnya bekerja ramai pengunjung dan salah satu rekannya sedang sakit. Sudah hampir tiga bulan putri sulung Satya itu menjalani pekerjaan paruh waktu di sebuah kafe sebagai dishwasher. Ia terpaksa melakukan itu karena permintaannya ditolak mentah-mentah oleh sang papa. "Papa nggak akan kasih tambahan! Apalagi kalau uang itu akan kamu gunakan untuk menghidupi kekasih ibumu!" Tegas suara Satya membuat nyali Selva ciut. "Dengar, Sel! Sekali dibantu, ibumu akan merongrong. Kamu sudah merasakannya sendiri, 'kan? Ma

