Belum Bisa Memaafkan

1083 Kata

POV Raka Suara keributan terdengar sampai ke kamarku. Suara gaduh pun memancingku turun ke lantai bawah. Gegas kupercepat langkah karena mendengar teriakan Mama dan Luna. Aku berlari saat melihat tubuh Mama tersungkur ke lantai. “b******n!” Kutarik kerah baju pria yang membuat mama jatuh, tangan ini tak kuasa Manahan emosi. Kulayangan pukulan keras menghantam perut pria berkaos hitam itu. “Raka, sudah!” teriak Mama. Kalau Om Hendri tak menarik tubuh ini, habis pria itu ditanganku. Siapa pun, tidak ada yang boleh memukul Mamaku. Ia memegangi perutnya, kuedarkan pandangan ke sekeliling, Melati berlindung di belakang Luna. Apa pria ini suami Melati? “Lo berani masuk rumah ini, berani mendorong nyokap gue, gue habisi!” “Gue nggak ada urusan sama nyokap lo. Ini urusan gue sama istri

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN