POV Raka Mimpi itu selalu datang. Hinaan teman satu sekolah masih terngiang di telinga. Jika aku tidak kuat, mungkin akan seperti Melati. Mencoba mengakhiri hidup untuk menghilangkan semua rasa malu. Dia menorehkan luka, tetapi kini memohon maaf untuk kesekian kali. Jika semua kesalahan seseorang mudah dimaafkan, maka akan kembali mengulangnya. Sebuah catatan kecil di ponsel berbunyi. Aku lupa menghapusnya. Sebuah tanggal yang kulingkari sebagai tanda pengingat tentang hari kelahiran Angel. Sejak perpisahan itu, ia tidak pernah muncul dan memberikanku kabar. Angel menepati janji untuk pergi dan tak akan muncul di hadapanku lagi. Namun, kali ini aku merindukannya. Kuposting di halaman instagramku. ‘Selamat ulang tahun, untuk kesekian kali, hanya itu yang bisa aku katakan.’ Tanpa b

