Aira sudah memutuskan akan menghilangkan perasaan lebih yang selama ini dia pendam untuk sahabatnya itu. Perasaan yang entah kapan pasti munculnya, dimana dirinya merasakan perasaan lebih dari sekedar teman, sahabat apalagi saudara. Namun, perasaan seorang gadis remaja yang jatuh cinta pada lawan jenisnya. Dia merasakan itu. Namun, karena apa yang baru saja dilihatnya, semuanya harus dia usai kan sekarang, juga! “Oke, gue akan belajar buat terima Benny, cuma dia satu-satunya cowok yang harusnya ada di hati gue. Gak ada Zidan lagi, gak ada perasaan lebih lagi buat Zidan. Semua perasaan buat Zidan, udah selesai sekarang.” Aira bergumam pada dirinya sendiri, menyakinkan dirinya dan percaya bahwa tekadnya sudah bulat sekarang. Dia menghela napas kasar, menatap kembali sesuatu dalam box yang

