51. Kenyatannya

1083 Kata

Aira tahu jika Benny mungkin marah padanya. Tapi, apa boleh buat? Dia bahkan tak sadar saat mati lampu tadi justru memeluk lengan Zidan. Benar-benar tak dia rencanakan sama sekali. “Benn, Lo marah?” tanya Aira pelan, dia menoleh pada Benny disampingnya dan meringis menatap lelaki itu. Benny menaikkan sebelah alisnya, “Marah, kenapa?” tanya Benny balik yang membuat Aira justru bingung jadinya. Kenapa Benny balik bertanya jika lelaki itu memang benar marah pada Aira? Benny menatap Aira yang terdiam, dia berdehem yang membuat Aira tersadar dari lamunannya. “Marah kenapa coba? Kenapa gue harus marah? Emangnya ada sesuatu yang bikin gue harus marah?” tanya Benny terus menerus. Aira bingung, harus menjelaskan darimana. “Ya... Marah karena tadi pas di bianglala gue peluk tangan Zidan, p

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN