Perjuangan memasuki Sekolah Menengah Atas, tidak suka tapi terpaksa

281 Kata
Bagi sebagian remaja, masa-masa ini tentunya sangat menyenangkan. masanya mengexplor diri,masanya mengibarkan bendera kebebasan,masanya unjuk gigi, masa yang menyenangkan perkenalan dengan teman lawan jenis. Tetapi aku masih terpuruk dengan rasa minder ku, yang membuat aku lebih banyak diam dan tenggelam dalam kesepian. saya sudah tidak menemukan sosok guru agama Kristen yang perhatian dan hangat seperti di SMP dulu. aku juga tidak menemukan teman yang care lagi, aku rindu mereka,sangat rindu mereka. Rasa malas dan bosan masuk sekolah tapi terpaksa ku jalani hari- hariku di sekolah dengan rasa tidak b*******h. Tuntutan tugas sekolah setiap hari menumpuk kerena guru jarang masuk kelas cuma kasi tugas saja,itu membuat kami gampang bosan dan sering bolos. Tidak ada satupun kenangan manis di masa ini, semua membosankan dan menjengkelkan. hampir setiap hari saya kekurangan uang,Karena sekolah jauh dan harus naik bus atau angkutan kota, orang tua sering ngasi uang pas bahkan kurang. Hal ini memaksa saya untuk mencari uang untuk mencukupi kebutuhan saya setiap hari. Saya berusaha menepiskan rasa malu saya, saya mulai berjualan di kelas,saya membawa jajanan dan sebagian menitipkan jajanan saya di kantin sekolah. Puji Tuhan, dari jualan tersebut saya bisa beli sepatu, tas dan kebutuhan sekolah lainnya. Tapi saya sering di intimidasi teman-teman kelasku juga,sehingga saya berhenti jualan. Di masa ini saya sangat haus kasih sayang, saya rindu kehangatan dari orang-orang terdekatku. Tapi saya tidak mendapatkan nya,justru mereka semakin kuat menekan saya, saya frustasi, saya sering menangis dalam kesendirian ku. Saya mulai goyah dengan cita -citaku, saya mulai banyak keinginan, ingin menjadi atlet,ingin menjadi perawat,ingin begini dan begitu tapi semuanya pudar karena saya sangat terbentur dengan biaya. Tidak ada yang mendukung satupun,aku harus kemana aku harus bagaimana aku harus seperti apa,aku bingung, super bingung
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN