Saya butuh bimbinganmu bukan intimidasi mu, itu membuat aku sakit

268 Kata
Lulus SMA dengan nilai rata-rata, mungkin memang segitu lah, mau di apa,mau kemana dan seperti apa sudah ga jelas arah hidupku, rasa tertekan membuatku gila, terserah, masa bodoh, lelah,frustasi, marah membuatku ga semangat melakukan terobosan-terobosan di masa muda ku. Karena sudah lulus sekolah maka saya harus bekerja, ga mungkin saya menganggur,Karena orang tua sudah stop uang apapun untuk saya, biar sedikitpun sudah ga ada. Saya mencoba minta kerjaan di tetangga saya,tapi bilangnya tidak ada,setelah selang beberapa waktu,saya mendengar,bahwa sengaja saya tidak di beri job Karena faktor agama saya, itu membuat saya sakit hati. Saya mencoba melamar kerja di purusahaan konfeksi,waktu itu kami melamar dua orang,anehnya saya ga di terima tapi teman saya di terima, saya heran, ayah saya yang mendengar hal itu tidak mendoakan yang baik atau memberi semangat justru malah mengutuki saya, saya terlalu amat sedih,saya terluka oleh perkataan ayah saya, dan sampai sekarang saya hati saya memang tidak melekat kepada ayah saya, jarang saya merindukan ayah,saya tidak memiliki gambaran ayah yang baik. Saya mencoba lagi kerja di rumah orang kota, di sini saya di gaji sangat kecil,tahun 2001 sehari penuh saya cuma di gaji 5000 rupiah, itu jauh dari kata cukup, sangat melelahkan naik sepeda gayung pulang pergi, seluruh badan sakit karena perjalanan,itu saya jalani selama beberapa bulan. Karena tidak tahan saya pindah kerja, kurang lebih jg upahnya. Saya berdoa agar saya di izinkan untuk melayani Tuhan, dan Tuhan dengar doa saya. Di luar kota saya di tawari kerja di yayasan Kristen, yaitu mengajar anak- anak yang kurang mampu, bukan main rasa senang saya, saya langsung teramat sangat senang. ternyata pelayanan tidak seindah yang saya bayangkan
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN