Ini ceritaku di YAJMB( Yayasan Anak Jalanan Mitra Bangsa )

386 Kata
Tuntututan kebutuhan kuliah yang semakin tinggi ( setiap hari foto kopi tugas makalah,print paper, beli buku ) membuat aku harus putar otak,bagaimana cari uang untuk mencukupi kebutuhan- kebutuhan saya tersebut. Padahal kuliah dan kerja di rumah dosen saja membuatku hampir gila,tapi karena saya bertekad untuk menyelesaikan kuliah dengan baik maka segala resiko saya tempuh. Suatu kali, di ibadah pagi di kaphel , datang seorang ibu dari sebuah Yayasan sedang mempresentasikan pelayanan nya. Beliau juga mencari tenaga voulenteer 2( dua ) orang, dan beliau juga berjanji akan membiayai perkuliahan kami sampai selesai. Saya sangat antusias dengan presentasi ibu tersebut, suatu kali saya mengajak satu teman yang satu visi dengan saya untuk menghadap ibu tersebut, dan kami di persilahkan untuk melayani anak-anak jalanan tersebut. Kami memberikan pelajaran baca tulis,karena kebanyakan dari mereka tidak sekolah tapi di suruh mengemis oleh orang tua mereka sendiri. Dengan inisiatif sendiri saya sering memandikan mereka, memberi mereka sikat gigi dan mengajar mereka cara menyikat gigi, mencari kutu rambut mereka, memotong kuku mereka, mencukur rambut mereka. Mereka sangat senang dan dekat dengan saya, karena hanya saya yang mau sebegitu dekat dengan mereka. Karena mereka sangat bau,Kumal, kumuh, sehingga saya sering Kena flu ketika pulang sehabis mengajar mereka. Saya bertemu dengan mereka seminggu tiga(3) kali, satu kali pertemuan saya di upah 25( dua puluh lima ) ribu rupiah, di potong ongkos 10( sepuluh ) ribu, jadi tinggal 15( lima belas ) ribu rupiah. Uangnya saya simpan sedemikian rupa untuk beli buku. Saya bergabung dengan yayasan ini selama lebih dari tiga ( 3 ) tahun, tapi ternyata selama itu pula sepertinya mereka membohongi saya, karena uang sekolah yang mereka janjikan di awal tidak terealisasi, ternyata uang dari seponsor lain yang di pakai untuk biaya semesteran saya, itupun saya tidak protes juga. Hingga suatu ketika ada tamu dari luar negeri yang berkunjung ke yayasan tersebut, beliau sangat terkesan dengan saya. Kadang secara pribadi dan sembunyi-sembunyi beliau memberi uang ke saya. Oh Tuhan saya sangat terharu dengan cara Tuhan menolong saya, saya tidak akan pernah lupa seseorang yang bernama Mr. michael Lee, beliau menganggap saya sebagai anak perempuannya, dan saya sangat- sangat senang. Banyak teman yang iri melihat kedekatan kami, mungkin karena beliau sangat kaya, tetapi bagi saya kasih sayang beliau terhadap saya itulah yang paling utama,Karena ayah kandung saya tidak memberikan kasih sayang dan perhatian seperti itu.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN