Dua hari berlalu, Adis sudah mengajukan surat resign dan langsung disetujui oleh Fariz. Sekarang, ia juga sudah resmi pindah ke apartemen Fariz beserta dengan barang-barangnya. Fariz takut kalau Adis masih tinggal di kontrakan lama, Marco akan datang lagi dan mengganggu kekasihnya. Tentu saja ia tidak ingin itu terjadi. Sementara Adis sendiri kurang setuju kalau mereka tinggal bersama dalam satu atap seperti ini. Tapi, ternyata Fariz cukup posesif. Pria itu mengharuskannya menuruti keinginannya. Sore ini, Adis sudah selesai memasak. Fariz mengatakan kalau ia pulang sehabis Maghrib. Adis melirik jam sudah menunjukkan pukul enam. Ia segera mandi, bersiap menyambut Fariz layaknya seorang isteri menyambut sang suami yang baru pulang kerja. Suara pintu dibuka terdengar, Adis yang sudah rapi d

