Bab 17

932 Kata

“Unik!” ralat Adis. “Iya deh, unik dan aneh.” “Nanti kalau kita menikah tetap di apartemen ini?” “Menurut kamu?” “Ini udah lunas apa masih kredit?” “Sebenarnya ini sih hadiah dari mantan aku.” Adis memukul badan Fariz secara spontan. “Mantan kamu kayak apa kok ngasih-ngasih apartemen.’” “Kebetulan dia sosialita. Apartemen ini dia kasih pas aku ulang tahun gitu deh.” “Terus kenapa kalian putus?” “Dia nikah sama pengusaha batu bara.” “Terus apartemen ini gimana?” “ya jadi punya aku, lah. Lagi pula udah pernah coba aku balikin kok. Pas dia udah nikah, aku balikinlah karena aku ngerasa enggak pantas Nerima ini. Tapi, dia marah-marah dan minta jangan hubungin dia lagi. Apartemennya juga udah buat aku. Udah dia kasih tuh suratnya ke aku. Kan dibikin atas namaku.” Fariz tersenyum lebar

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN