Berkas Palsu

1157 Kata

Hari ini, aku dan Cinta akan menemui Amel. Sahabat lamaku itu harus tahu siapa aku. Berani-beraninya dia merebut Mas Seno dariku. "Bu, ini ditaruh mana sayur nya?" Aku menoleh, mendapati Bi Asih—pembantuku yang baru tadi pagi sampai di rumah. "Taruh di dekat Mas Seno aja, Bi." Bi Asih mengangguk, kemudian meletakkan mangkuk sayur. Tidak lama menunggu, Cinta lebih dulu sampai di ruang makan. Beberapa hari ke depan, Cinta libur, karena ada persiapan untuk pelaksanaan ujian. "Mas gak makan, ya. Udah siang, kamu gak bangunin, sih." Tadi malam, aku memang tidur di kamar Cinta. Aku akan menghindari Mas Seno. "Cinta sekolah?" Mas Seno meminum kopinya sambil menoleh ke Cinta. "Libur." Cinta menjawab singkat, dia sedang mengoleskan selai kacang ke roti. "Yaudah, Papa pergi dulu."

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN