Rencana di Pesta

1116 Kata

Jadi, yang mau menipuku adalah suamiku sendiri? Wah, sudah semakin menjadi-jadi Mas Seno setiap harinya. "Cinta agak maju, ya, Ma. Mau rekam percakapan mereka." Aku mengangguk, memundurkan langkah sedikit. Hampir setengah jam aku dan Cinta bersembunyi. Mas Seno dan Amel belum juga pulang. Sampai lelah sendiri. Kakiku langsung pegal-pegal, berdiri terus. Apalagi sekarang panas sekali. "Ayo, Ma. Kita pulang." Cinta menggandeng tanganku. Sepertinya sudah selesai. Kami melangkah pelan-pelan, meninggalkan ruko. "Papa jahat banget, Cinta jadi emosi sendiri, Ma." Kami naik taksi, pulang ke rumah. Aku mengusap kening, sudah tidak heran lagi dengan sikap Mas Seno. Dia ingin menang sendiri. Ternyata, kecurigaan kami benar. Tidak mungkin Mas Seno mau memberikan uangnya secara percuma

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN