Chapter - 34 ✓

1519 Kata

Langkah kakinya terus menyusuri trotoar. Matahari sore sudah menunjukkan eksistensinya, golden hour yang memanjakan mata. Senja memang selalu memberikan nuansa indah. Mungkin, kalau suasana hatinya sedang dalam keadaan baik. Dia tak akan membuang kesempatan berselfie ria. Namun, sepertinya ini bukanlah waktu yang tepat. Dia memilih berjalan kaki, entah kenapa dia sendiri tak tahu. Hanya saja, malas rasanya hanya sekedar memesan ojek online atau menunggu bus seperti biasa. Rasanya, dia masih ingin berlama-lama di luar rumah sambil terus memikirkan permasalahannya. Matanya menatap kosong kedepan dan kakinya terus melangkah dengan gontai. Hingga langkahnya kembali berhenti saat ada sepasang sepatu yang baru saja bertabrakan dengan ujung sepatunya. Perlahan, wajahnya mendongak untuk meliha

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN