"Kenapa Lo nyuruh gue kesini?" Pertanyaan dengan nada tak bersahabat itu dilontarkan oleh Genta. Lelaki itu masih kesal tentang kejadian tempo lalu di cafe yang merenggangkan persahabatan mereka. Fabian balik menatap datar Genta, dia sebenarnya jengah dengan perselisihan tak jelas diantara mereka. Dia juga sama kesalnya dengan Genta, namun jika terus menuruti ego. Semuanya tak akan pernah selesai. "Lo harus tahu ini." Genta menarik sinis sudut bibirnya. "Tahu apa, Aditha? Lo mau gue tahu lagi tentang perempuan itu?" Tanya Genta, dia terkekeh. "Harus berapa kali sih, gue bilang. Gue udah gak mau lagi tahu apapun tentang dia. Gue—" "Masa bodo, Lo mau tau atau enggak!" Potong Fabian, dia terlampau kesal. "Ya jelas, gue harus kasih tahu ini sama Lo. Gue gak mau, terlalu lama lagi sim

