Chapter - 31 ✓

1356 Kata

Kakinya terus melangkah entah kemana, pikirannya masih tertuju dan terus memikirkan apa yang baru saja di dengarnya. Tak peduli dengan tatapan orang-orang yang menatap bingung padanya. Satu kenyataan pahit membuat dia kecewa. Bukan hanya kecewa, namun marah dan kesal dalam waktu bersamaan. Dan lebih parahnya lagi, mereka yang sudah dianggapnya penting dalam hidupannya, justru menjadi dalang dari ini semua. Membuat dia merasa jadi orang paling bodoh. Dan sekarang, dia berpikir, mungkin saat ia menceritakan hal indah yang dilaluinya bersama Genta, mungkin Aditha dan Alvaro justru tengah menertawainya. Bagaimana mungkin, dia bisa sebodoh ini? "Pelangi!" Pelangi hapal betul dengan seruan itu. Bukannya berhenti, dia justru semakin mempercepat langkahnya dengan bibir yang sudah mencebik ma

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN