Pedro melihat situasi kacau ketika masuk ke kamar bersama pekerja lain termasuk Joseph dan mendapati Jhon senang bergulat dengan Mahesa sampai saling mendorong dan memecahkan barang-barang di sana. Pedro berniat melerai, tetapi malah kena pelampiasan Mahesa yang juga memukulnya. Ada waktu senggang Jhon menarik napas karena lawannya kali ini sama-sama punya kekuatan. Kedatangan Pedro lumayan memberinya kesempatan mencari ancang-ancang agar bisa melumpuhkan Mahesa tanpa harus menggunakan senjata api. Jhon bangkit, kemudian mengambil sebuah vas bunga di atas meja, lalu menghantam bagian otak kecil Mahesa agar keseimbangannya terganggu. Suara nyaring terdengar, menandakan bahwa vas keramik itu berhasil mengenai tulang tengkoraknya dan membuat Mahesa sempoyongan. Dia merasa ada gempa saat ini

