bc

Asteria: The Seven Continets

book_age16+
1
IKUTI
1K
BACA
dark
no-couple
serious
another world
superpower
kingdom building
war
musclebear
like
intro-logo
Uraian

ASTERIA: The Seven Continents

Di sebuah masa, ada dunia yang bernama Asteria, dunia ini dihuni oleh enam ras

Manusia

Iblis

Dwarf

Elf

Monster

Demi-Human

Kekuatan tidak pernah memiliki satu wajah yang mutlak.

Ia bukan sekadar cahaya Mana yang mengalir di pembuluh darah, bukan pula angka yang tercatat dalam kitab sihir.

Di Asteria, kekuatan adalah pengalaman yang terakumulasi, insting yang ditempa oleh peperangan panjang, serta ketajaman keputusan yang diambil dalam sepersekian detik.

Seorang veteran tanpa setitik Mana dapat menjatuhkan penyihir muda dengan cadangan sihir melimpah.

Kesabaran yang diasah selama ratusan tahun mampu mengalahkan ledakan kekuatan yang sembrono.

Dan satu ayunan pedang yang tepat, sering kali, lebih menentukan daripada seribu mantra agung.

Inilah dunia di mana tidak ada kekuatan absolut—hanya keseimbangan yang rapuh.

HUKUM DUNIA

Mana adalah napas Asteria.

Ia mengalir melalui tanah, udara, darah, dan jiwa setiap makhluk hidup.

Dalam wujud dasarnya, Mana termanifestasi ke dalam dua belas Elemen Dasar:

Api, Air, Angin, Tanah, Cahaya, Kegelapan, Petir, Logam, Alam, Darah, Bayangan, dan Gravitasi.

Namun, para sarjana sepakat bahwa bentuk paling berbahaya—dan paling agung—dari Mana bukanlah elemen tunggal, melainkan Senyawa Elemen.

Penggabungan dua atau lebih elemen yang melahirkan fenomena baru, hukum baru, dan kehancuran yang tak terprediksi.

Di sinilah puncak seni magis berada.

Dan di sinilah pula, banyak peradaban runtuh.

Namun Asteria memiliki satu kebenaran yang tidak pernah tertulis dalam hukum mana mana pun:

_Mana bukan segalanya._

TENTANG BENUA-BENUA ASTERIA

Tercatat dalam sejarah resmi, terdapat enam benua yang membentuk tatanan dunia.

Namun para tetua tahu dan para raja mengingat bahwa ada satu benua lagi yang sengaja dilupakan.

1. FALMARION — Benua Manusia

Tanah ambisi, konflik, dan kemajuan tanpa henti.

Manusia adalah ras dengan usia terpendek, namun juga paling cepat beradaptasi. Mereka membangun kerajaan bukan dengan kekuatan mentah, melainkan strategi, diplomasi, ekonomi, dan pengkhianatan yang terencana.

Di Falmarion, satu keputusan politik dapat membunuh lebih banyak orang daripada perang terbuka.

2. NOCTYRR — Benua Iblis

Negeri senja abadi, tempat kontrak lebih kuat daripada sumpah.

Masyarakat Iblis berdiri di atas hirarki kekuatan dan kesepakatan yang mengikat jiwa. Umur panjang mereka menjadikan pengetahuan sebagai senjata utama, dan kesabaran sebagai alat pembunuh paling efektif.

Di Noctyrr, kekuasaan tidak direbut—ia dinegosiasikan, lalu dipertahankan dengan kejam.

3. DWARGARD — Benua Dwarf

Pegunungan raksasa dan kota-kota yang dipahat langsung dari batu purba.

Dwarf percaya bahwa kekuatan sejati tidak diciptakan dalam semalam.

Ia ditempa, diuji, dihancurkan, lalu ditempa kembali.

Bagi mereka, sebuah senjata yang ditempa selama satu abad lebih berharga daripada artefak sihir yang lahir dari kebetulan.

4. SYLVARIN — Benua Elf

Hutan abadi yang hidup dan mengamati dunia dengan mata yang jauh lebih tua dari sejarah.

Elf tidak tergesa-gesa, karena waktu selalu berada di pihak mereka.

Mereka memahami bahwa satu kesalahan kecil dapat bergaung selama seribu tahun.

Di Sylvarin, presisi adalah bentuk tertinggi dari kekuatan.

5. BESTYRR — Benua Monster

Alam liar yang tidak mengenal belas kasihan.

Monster tidak membangun peradaban—mereka berevolusi.

Setiap konflik adalah seleksi alam, setiap luka adalah pelajaran.

Yang lemah mati.

Yang kuat berubah menjadi sesuatu yang lebih mengerikan.

6. VARNAKHAL — Benua Demi-Human

Tanah peleburan darah, budaya, dan takdir.

Demi-Human adalah penyintas, hidup di antara kekuatan ras lain.

Mereka tidak unggul dalam satu aspek, namun cukup baik dalam segalanya.

Fleksibilitas adalah warisan mereka.

Adaptasi adalah senjata mereka.

7. ABYSS EXILIUM — Benua Pengasingan

Tanah terkutuk yang tidak tercantum dalam peta resmi mana pun.

Tempat para pengkhianat, penjahat perang, dan kegagalan sejarah dibuang.

Tidak ada hukum.

Tidak ada ras murni.

Hanya kekejaman yang bertahan.

Dijaga oleh Kraken Purba dan Ancient Dragon, benua ini bukan penjara—melainkan peringatan.

Di dunia ini, masing masing benua memiliki pemimpin nya masing masing, mereka dikenal sebagai

SIX MONARCH OF ASTERIA

Di Asteria, dunia tidak diikat oleh satu kekaisaran, satu agama, atau satu hukum mutlak. Ia bertahan karena sebuah kesepakatan diam-diam yang telah ada jauh sebelum sejarah tercatat, sebuah keseimbangan yang dijaga oleh enam takhta tertinggi. Mereka dikenal sebagai Six Monarch of Asteria.

Six Monarch bukanlah gelar kehormatan semata. Mereka adalah titik tumpu dunia. Selama keenam takhta itu berdiri, Asteria tidak akan jatuh ke dalam perang pemusnahan total. Namun jika satu saja runtuh, maka hukum dunia akan bergeser, dan sejarah akan kembali ditulis dengan darah.

Setiap Monarch mewakili satu ras utama dan satu benua. Namun peran mereka jauh melampaui kepemimpinan politik. Keberadaan mereka berfungsi sebagai penyeimbang kekuatan global,dan lainnya.

chap-preview
Pratinjau gratis
Prolog
ASTERIA: The Seven Continents — Sinopsis Di dunia bernama Asteria, kekuatan tidak pernah memiliki satu bentuk yang pasti. Ia bukan sekadar Mana yang mengalir dalam darah, bukan pula sihir yang tercatat dalam kitab kuno. Kekuatan adalah pilihan— yang diambil dalam sepersekian detik, di antara hidup… dan kehancuran. Enam benua membagi dunia. Enam ras berdiri di puncak masing-masing takdirnya. Manusia, dengan ambisi yang tak pernah padam. Iblis, yang mengikat segalanya dengan kontrak dan konsekuensi. Dwarf, yang menempa kekuatan dari waktu dan kesabaran. Elf, penjaga keseimbangan yang hidup melampaui sejarah. Monster, yang berevolusi melalui kekerasan tanpa akhir. Dan demi-human, yang bertahan di antara semuanya. Mereka berbeda. Mereka bertentangan. Namun dunia tetap berdiri— karena sebuah keseimbangan yang ada. Di setiap benua… ada satu nama. Satu sosok yang melampaui batas rasnya. Pahlawan. Mereka adalah simbol kekuatan tertinggi, legenda hidup yang mampu mengubah jalannya peperangan, bahkan sebelum pertempuran itu dimulai. Ketika mereka bergerak— sejarah ikut berubah. Namun para pahlawan bukan satu-satunya yang memegang kendali. Di balik mereka, berdiri para penguasa. Raja dan ratu yang tidak selalu terkuat, namun ada juga yang lebih kuat dari pahlawan itu sendiri, mereka cukup bijak… atau cukup kejam… dan semua itu untuk menjaga dunia tetap seimbang. Perang besar tidak selalu dimenangkan di medan tempur. Terkadang, ia berakhir… sebelum sempat dimulai. Dan selama berabad-abad— semuanya berjalan… sebagaimana mestinya. Sampai sebuah kebenaran mulai muncul ke permukaan. Sesuatu yang seharusnya tetap dilupakan. Ada satu benua… yang tidak pernah tercatat dalam peta mana pun. Bukan karena tidak ada. Tetapi karena dunia… memilih untuk melupakannya. Tempat di mana hukum tidak berlaku. Tempat di mana ras kehilangan maknanya. Tempat di mana yang bertahan… bukan yang terkuat, melainkan yang paling kejam. Dan sekarang— sesuatu dari sana… mulai bergerak. Ketika bayangan masa lalu bangkit kembali, ketika keseimbangan mulai retak, dan ketika para pahlawan yang tak tergoyahkan mulai diuji— dunia akan dipaksa menghadapi satu pertanyaan: Jika tidak ada yang benar-benar terkuat… maka siapa yang akan bertahan saat segalanya runtuh? Ini bukan kisah tentang kemenangan. Ini adalah kisah tentang… siapa yang tersisa di akhir..

editor-pick
Dreame-Pilihan editor

bc

(Bukan) Cinta yang Diinginkan

read
10.1K
bc

Menyala Istri Sah!

read
3.8K
bc

(Bukan) Istri Simpanan

read
53.3K
bc

Gadis Tengil Milik Dosen Tampan

read
8.5K
bc

Trapped in My Future Boss

read
3.2K
bc

OM DEWA [LENGKAP]

read
6.6K
bc

Desahan Sang Biduan

read
56.1K

Pindai untuk mengunduh app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook