Para kerabat satu persatu sudah berpamitan untuk pulang dan meninggalkan kediaman Maya. Begitu juga dengan Abraham beserta anak dan istrinya. Ya Zelin juga ikut pulang bersama Ayah Bundanya, karena ia tidak nyaman berlama-lama berada disini dengan gaun yang sekarang ia kenakan. Di tambah Vathan yang terus menggodanya. Setelah berpamitan Abraham dan Aira sudah lebih dulu memasuki mobilnya, sedangkan Zelin menunggu Vathan yang sedang ke toilet. Mana bisa ia pergi dari rumah itu jika tidak di antar oleh tunangan tercintanya. "Loh sayang katanya ikut Ayah Bunda pulang, kok masih disini?" Tanya Vathan saat melihat Zelin berdiri di depan pintu kamar mandi "Kan maunya di anterin sampe depan." "Manjanya calon istriku. Mau di gendong sekalian?" "Enggak, mau jalan aja tapi gandeng." "Ayo sayang

