"Kava maafin aku, aku udah egois banget, aku gak dewasa, aku terlalu ke kanak-kanakan. Aku sayang banget sama Kava, aku bakalan kangen banget. Kava kenapa boongin aku? Katanya mau dua minggu di Jakarta, ini seminggu aja belom malah udah balik lagi ke Surabaya. Kenapa Kava ninggalin aku sendirian?" Cerocos Zelin disela isak tangisnya, sambil terus menatap ke arah gerbang rumahnya. Dimana tadi ia menatap kepergian tunangan tercintanya. Zelin terus melamun, menyelami pikirannya yang penuh penyesalan. Ia sangat menyesal kenapa harus bersikap seperti tadi pada Vathan, padahal lelaki yang beberapa lalu menyandang status sebagai tunangannya itu menyempatkan waktu untuk berpamitan. Sesak yang dirasakan Zelin saat ini, kecewa pada dirinya sendiri. Sampai tiba-tiba ia merusakan pelukan hangat di tu

