Keesokan harinya Vathan mengunjungi kekasihnya yang sangat ia rindukan. Hampir seharian ini keduanya menghabiskan waktu berdua di dalam kamar, bercerita kegiatan mereka masing-masing, bersenda gurau atau sekedar saling menggoda. Saat seperti memang hal yang sangat mereka nantikan, bisa bertemu dan mencurahkan kerinduannya secara langsung. Zelin juga sudah mengungkapkan niatnya untuk tidak melakukan hubungan intim lagi bersama Vathan, ya hal sekecil apapun mereka selalu saling terbuka satu sama lain. Mendengar niat kekasihnya dengan alasan yang sangat masuk akal, Vathan pun menyetujui hal itu. Karena dalam suatu hubungan harus bisa menghargai keputusan pasangan kita jika itu memang hal yang baik. Tak terasa hari beranjak sore, saat ini Zelin sedang terlelap dalam tidurnya. Namun tidak deng

