BAB DUA PULUH TUJUH

1137 Kata

Vathan baru saja melangkahkan kakinya memasuki kamar Zelin, kamar gadis yang sudah ia akui sebagai calon istrinya. Vathan sangat yakin jika Zelin tidak akan menolah ajakannya untuk melangkahkan hubungan mereka dalam ikatan yang lebih serius lagi. Vathan menaiki tempat tidur dan merebahkan dirinya tepat di sisi kiri Zelin. Ia peluk gadis kesayangannya itu dengan pelukan hangat dan penuh cinta. Walaupun matanya terpejam, namun gadisnya membalas pelukan itu dengan erat dan tak kalah mesranya. Vathan merasa dunia sangat baik padanya, semua yang ada pada dirinya selalu berjalan sempurna. Ia tak pernah mengalami masalah berat yang membebani kehidupannya. Vathan selalu bersyukur dengan apa yang ia miliki saat ini, kesempurnaan melebihi dari yang ia harapkan. "Kava abis dari mana? Kenapa tinggali

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN