BAB TIGA PULUH DUA

1136 Kata

Tok... Tok... Tok... Terdengar suara ketukan pintu, Varo yang sedang berada di puncak gairah harus rela menyelesaikan kegiatannya. Lelaki itu bergegas turun dari tempat tidur, dan membuka pintu kamar untuk mengetahui siapa yang ada diluar sana.Di tempat tidur dengan rasa kantuk yang masih menyelimuti, Zee duduk bersandar dan mengarahkan pandangannya dimana Varo berdiri. Gadis itu juga ingin mengetahui siapa yang sudah mengetuk pintu sepagi ini. “Mba Tuti, ada apa Mba?” tanya Varo sesaat setelah membuka pintu, dan melihat Mba Tuti berdiri disana. “Tuan tadi telpon, Den. Katanya Den Varo sama Non Zee di telpon gak di angkat. Makanya Mba disuruh ngecek kesini,” jawab Mba Tuti sopan. “Oh, gitu. Ya udah, nanti Varo telpon Ayah atau Bunda deh.” ujar Varo. “Gak usah, Den. Mendingan sekarang

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN