Vathan melangkahkan kakinya memasuki kamar, ia pun tak lupa untuk mengunci pintu, walaupun sedikit kesulitan, tetapi Vathan tak akan mengganggu gadis yang begitu nyaman dalam gendongannya. Berjalan mendekati ranjang, lalu ia rebahkan tubuh mungil Zelin dengan lembut. Gadis itu masih betah memejamkan matanya, padahal sudah terbangun dari tidurnya. Zelin tau jika saat ini, tunangannya sedang melepaskan satu persatu pakaian yang menutup tubuhnya. Kini, tubuh Zelin sudah tanpa penutup. Vathan pun segera melepaskan pakaian yang menutup tubuhnya sendiri. "Sayang, jangan merem terus, gak usah pura-pura tidur sayang, aku tau kamu udah bangun," bisik Vathan yang kini sudah menindih tubuh mungil tunangannya. Perlahan, Zelin membuka matanya, menatap Vathan dengan penuh minat. Zelin memeluk pinggang

