Leon menikmati angin pantai yang dengan santainya membelai kulit nya. Semenjak tadi pagi, senyum nya tidak pernah pudar barang sedetik pun.Ia tambah mengembangkan senyumnya saat sebuah tangan mungil melingkar di pinggangnya. Ia membalik badan lalu,Tersenyum manis ke arah seseorang yang memeluknya tadi.
"Kenapa gak dibangunin hmm?" Ucap gadis itu manja.
"Kamu pasti capek kan? Apalagi semalam kayaknya kamu capek banget!"
Leon meringis mendapat cubitan gadis itu.
"Kenapa di cubit Yu?" Kekeh Leon.
"Buat malu aja!" Kesal Yuki dengan wajah nya yang memerah kepanasan.
"Kan emang benar, semalam abis goyang panas. Kamunya langsung tepar, padahal masih aja 4 ronde!"
"Ck, jangan di bahas lagi sayang!" Ucap Yuki dengan wajah memerah.
Leon tertawa, lalu membawa Yuki ke dalam pelukannya. Memeluk gadis kesayangannya itu lalu mengecup bibir nya.
"Makasih ya sayang!" Ucap Leon penuh cinta.
Yuki menatap Leon sambil tersenyum lalu mengecup bibir laki-laki itu. Leon balas mengecup bibir nya.
Sebelum...
"Woi boss!"
"Astagahh,bang bangun !" Kesal Yuki.
20 menit waktunya habis demi membangunkan Leon yang sejak tadi menyebut-nyebutkan namanya.Jika di sebut dengan suara normal, pasti otak negative Yuki tidak akan berkerja. Namun, Leon malah menyebut namanya dengan desahan, siapa yang tidak akan berfikiran negative? Bakan cicak saja yang berada di kamar Leon sejak tadi berbunyi, seolah membenarkan pikiran Yuki.
Yuki masuk ke kamar mandi, lalu mengambil air. Tersenyum evil, lalu menyiramkan air itu pada Leon yang langsung berteriak. Ternyata wejangan dari emaknya dulu sangat ampuh.
"Aaaaaaaaaa! Badai menerpa!" Teriak Leon yang sudah basah.
Yuki kontak terkekeh
"Udah bangun bang? Kebo betul Lo ya, satu jam gue bangunin Lo, gak juga bangun!"
"Astagah Yuki?? Ngapain disini?" Tanya Leon bingung, bukannya tadi Yuki bilang mau masak ya??"
"Ngapain? Ini rumah gue lah!" Kesal Yuki.
"R-rumah? Bukannya tadi ada di hotel??" Seru Leon bingung.
"Ngehalu aja Lo bang, udah bangun gih. Udah jam 7.15, gak ngantor Lo bang??" Kesal Yuki.
Ia langsung berjalan keluar menuju kamarnya. Lalu mengambil tasnya, sepertinya ia akan telat lagi.
"Mau kemana?" Tanya Leon setelah sadar sepenuhnya.
"Mau ke kantor lah, emang mau kemana lagi??"
Yuki melepas tangannya lalu berjalan menuju pintu. Ia membalik badan, lalu kicep. Leon sepertinya susah bangun dari halu nya. Wajah Yuki kali ini memang benar-benar memerah. Sialan emang.
"Bang, gue make mobil Lo ya! Lo pake motor gue aja!"
Leon diam, ia masih menatap Yuki bingung.
Yuki langsung pergi mengambil kunci mobil Leon.
15 menit berlalu.
"Astagah, ternyata cuman mimpi anjir!" Seru Leon setelah benar-benar sadar.
"Gue pikir beneran, tapi tunggu!"
Leon langsung berlari menuju kasur nya. Meraba-raba, seketika merasakan apa yang mengganjal di dalam pikirannya,Leon lantas berteriak.
"Astagahh, gue mimpi basahh! Allamak, malu gue, pasti Yuki tadi lihat!" Seru Leon frustasi.
Ia mengambil gawainya lalu menelepon Akmal. Memberitahu bahwa ia memang akan terlambat datang ke kantor.
Leon lalu mengangkat kasur, lalu membawanya menuju atas. Bisa malu ia kalau menjemur di bawah, apa kata orang nanti??
Leon lalu mencuci Sprai, mengepel kamarnya lalu menyemprotkan pengharum. Bisa gawat kalau Yuki sampai ilfell kan lihat dia?? Belum juga apa- apa,Yuki nya nanti malah semakin menjauh. Bisa repot dunia persilatan nanti.
Akhirnya, kamar Leon sudah wangi. Ia memasuki kamar mandi, lalu membersihkan diri.
Leon mengerang frustasi, setelah berpakaian rapi begini. Harusnya ia kelihatan cool dengan datang ke kantor membawa motor Yuki. Tapi, s**t ,ia sama sekali tidak tau cara membawa motor Yuki. Ia baru sadar gadisnya itu adalah pengoleksi motor cross. Tak satu pun yang bisa ia kendarai.
Menggaruk kepalanya pusing, ia langsung memesan grab. Tidak ada pilihan lagi, ia gengsi kalau naik ojol. Bisa kemana nanti muka tampannya yang sialnya benar-benar tampan sejak masih bibit s****a?
Leon melangkahkan kakinya angkus setelah memasuki lobi kantor. Semua pegawainya melihatnya penuh tanya. Leon ya Leon, orang tercuek bin kejam sepanjang abad.
***
"Woi Yu? Tuh bos kenapa mukanya kayak laki gak dikasih jatah sih?" Tanya Bagas.
"Mana gue tau!"
"Tapi gais, tumben si bos make grab tadi ke kantor!" Seru Agam.
"Grab? Bukannya bawa motor gue ya?" Seru Yuki bingung.
"Hahahah, kayaknya si bigboss kagak tau make motor Lo deh Yu!" Kekeh Agam.
"Bodo- ah, paling juga alasannya biar bisa pulang bareng gue!"
"Elo sih, kenapa pake acara bawa mobil big boss?"
"Tadi pagi kan gerimis dodol, mumpung ada yang gratis kenapa gak dipake?"
"Tapi, satu pertanyaan lagi. Kenapa si bigboss datang telat banget Yu?" Seru Karin tiba-tiba dengan wajah penuh selidik.
Yuki kicep, wajahnya sontak memerah. Mereka bertiga lansung memandang Yuki curiga.
"Yu, si boss Lo apaain?? Astagah, apa Lo udah ena-ena sama dia? Trus pas tengah jalan Lo putus. Makanya si bigboss main nya solo !" Seru Agam.
"Bukan!" Ucap Yuki datar.
"Hayo, ngaku aja Yu!" Cecar Bagas.
"Ck, lebih tepatnya dia ngambil semuanya!"
What??
Semua wajah mereka langsung terkejut, apa-apa ini??
"Maksud gue, si bigboss mimpi basah anjir. Dia mimpiin gue!" Seru Yuki dengan wajah memerah.
2 menit
3 menit
5 menit
"Hahahahahahahahah"
Mereka bertiga langsung ngakak. Karin sampai memegangi perutnya, Bagas langsung tepar di lantai sambil guling-guling, Agam langsung ketawa sambil mukul-mukul meja.
Yuki kicep
"Ck, udah lah,b**o Lo semua anjir. Malu gue!" Seru Yuki kesal.
"Hahahaha, astagah Yu. Sampai ke bawa mimpi juga bucinnya si boss?" Seru Karin menahan tawa.
"Tapi kenapa Lo bisa tau?"
Pertanyaan Bagas membuat perhatian mereka kembali lagi pada gadis itu.
"Gue pas mau berangkat kantor, gue pikir dia udah pergi. Eh nyatanya masih dikamarnya b**o, sebenarnya gue langsung mau otw aja. Tapi gue dengar dia manggil-manggil nama gue. Trus kayak mendesah gitu. Sialnya bigboss cuman make boxer anjir. Nampak banget lagi ngehalu sama gue, mana nonjol lagi anu nya!"
Mereka ngakak lagi, astagah. Leon memang sudah bucin parahnya Yuki.
"Yu, kayaknya Lo harus segera deh nerima lamaran si bos. Jangan tolak lagi, kasihan adiknya. Malah nyampe ke bawa mimpi lagi!" Seru Bagas serius.
"Ogah!"
"Udah lah Yu, nungguin apa lagi sih? Secara tuh si bos, udah mapan, cakep,dompet tebal lagi!" Ucap Karin.
"Mati aja Lo semua!" Kesal Yuki.
Mereka ngakak lagi, sepertinya tidak ada yang kurang lagi. Sampai tiba-tiba Agam menanyakan sesuatu yang berhasil mendiamkan mereka lagi.
"Eh Yu, dengar-dengar Lo lulus Harvard ya?"
Yuki terkejut, dari mana curut satu ini tau??
"Lo tau dari mana?"
"Kakak Lo lah, gue lihat insta story nya semalam!"
"Hmm, iya sih. Gue lolos!" Ucap Yuki lempeng.
"Anjirr, muka Lo Yu! Iya,gue lulus!" Seru Karin sambil menirukan gaya bicara Yuki tadi.
Mereka kembali ngakak, bahkan Yuki rasa sampai ke luar ruangan.
Yuki menggeleng heran, apanya yang aneh coba? Apa emang temannya ini terlalu berselera humor rendah gitu?
Dasar laknat emang.
***TBC***