Bagas, Agam dan karin. Ketiga bawahan Yuki itu menatap sang bos dengan curiga. Apa-apaan ini?? Kenapa sekarang, sang big boss aka Leon berada di ruangan mereka?? Dan parahnya, sedang bermanja-manja dengan Yuki. Tidak sadar usia apa?? Seperti ABG yang baru kenal dengan cinta saja.
Penampilan Leon juga tidak seburuk beberapa hari yang lalu. Tidak marah-marah, tidak ada karyawan yang kena pecat. Malah, sang bigboss selalu memamerkan senyumnya sedari tadi. Ya, meski senyumnya hanya ditujukan pada Yuki seorang. Namun, hal itu sukses membuat semua karyawan nya wanti-wanti. Jika tidak sedang marah-marah, masalah senyum-senyum pun bisa menjadi masalah besar untuk mereka.
Dan! Yang Lebih anehnya, kenapa Yuki juga membalas senyuman dan gombalan Leon??
Sepertinya ada Misi tersembunyi.
"Kembali bekerja, saya tau dari tadi kalian semua memperhatikan saya!" Ucap Leon dingin.
Karin, Bagas dan Agam langsung salah tingkah. Mereka langsung kembali ke pekerjaannya mereka masing-masing.
"Lo juga bang, balik gih!" Ucap Yuki.
"Ngusir hmmmm??" Seru Leon sedikit tidak terima. Ia kembali duduk di samping Yuki. Memperhatikan gadis itu bekerja, bulu mata lentik nya sesekali berkedip. Dan itu sangai indah, menurut Leon.
"Terpesona hmm?" Seru Yuki tanpa mengalihkan perhatiannya dari layar di depannya.
"Udah dari lama sayang, bahkan sejak kita pertama kali bertemu!"
"Udah lah, balik gih!" Seru Yuki kesal. Leon ini emang tipe-tipe yang kalo sekali di baikiin, malah minta nya berkali-kali.
"Udah deh, jangan lupa nanti temanin gue packing ya Yu!" Ucap Leon sambil berdiri. Ia mengelus rambut Yuki lalu berjalan meninggalkan ruangan kesayangannya itu dan meninggalkan wajah-wajah penuh penasaran dari ketiga penghuni yang juga berada di ruangan Yuki.
"Gak ada korupsi waktu untuk kali ini, silahkan balik ke deadline tugas masing-masing!" seru Yuki kembali datar dan sukses membuat ketiga orang yang berada di ruangan nya langsung kicep dan langsung balik ke pekerjaan semula.
***
"Baju udah?" Tanya Yuki.
"Gue bawanya 10 pasang udah cukup belum??" Seru Leon menghampiri Yuki yang masih santai duduk di kasurnya sambil memperhatikan Leon yang heboh sendiri.
"Kebanyakan bang, kita cuman mau liburan dua hari!"
"Kan, mana tau Lo bosan lihat baju gue. Jadi berpaling sama bule di sana nanti!"
"Boro-boro, gue aja panita nanti!" Kesal Yuki.
Kantor mereka memang akan mengadakan touring ke Bali selama dua hari, dan wajib diikuti semua petinggi kementrian.
"Jadi brapa?" Seru Leon.
"4 aja!"
Leon mengangguk, lalu memilih bajunya yang terbaik.
Ia datang lagi dengan celana yang akan ia bawa.
"Celana nya, yang sport? Jeans atau celana tidur?" Seru nya lagi memamerkan jejeran celana mewah nan berkelas milik Leon.
"Sport dua, jeans satu, celana formal satu!" ujar Yuki sekilas menatap celana itu, dan ia lanjut lagi dengan game di handphone nya yang sempat protes beberapa detik lalu karena diabaikan oleh Yuki.
Leon patuh. Ia kembali sibuk lagi.
Sampai tiba-tiba, ia datang ke depan Yuki lagi, tapi kali ini dengan wajah serius.
"Trus kalau dalaman?"
Leon memang gila, ia malah membawa semua jejeran celana dalamnya ke depan Yuki yang semuanya bermerek Calvin clein.
Yuki kicep
Wajahnya datar, lalu mulai memerah. Dan segera mematikan handpone nya, mengabaikan game yang yang tidak terima dimatikan secara sepihak.
Astagahh, otak Leon sebenarnya dimana sih???
"Bawa seperlunya aja!" Seru Yuki memalingkan wajah.
"Ukurannya yang mana?"
"Terserah!" Seru Yuki lalu beranjak dari kasur. Ia meninggalkan Leon yang masih mencak-mencak mencari dalamannya.
Gila!
Leon memang sudah gila sepertinya.
Tapi belum juga lama Yuki duduk di sofa. Leon datang lagi dengan celana dalamnya, beserta boxernya.
"Yu, mendingan boxer aja atau celana dalam??"
"Astagahh, Leon. Pergi sana!" Kesal Yuki.
"Kenapa? Lo malu liatin dalaman Ama boxer gue?" Goda Leon menaik turunkan alisnya.
"Leon, pergi ngak??"kesal Yuki masih mengalihkan perhatiannya tidak ada niatan untuk menatap Leon.
"Lihat gue yu!" Seru Leon serius.
Tepat saat Yuki menoleh, wajahnya kembali memerah. Ia meraih remot, lalu melemparkannya ke wajah Leon.
"Ahhhh, astagah Yuki. Kasar banget Lo!"
"Mati aja Sono!"
"Kalo mati sama Lo,gue mau!"
"Astagah Leon, dalaman Lo dodol. Ngak malu apa sama gue??"'
"Ngapain malu, orang Lo juga bakal terbiasa nanti. Jadi sebelumnya, Lo harus membiasakan diri mulai sekarang. Lagian, Lo ilfill sama dalaman gue?? Ngak kalah saing kok, merek nya kan Calvin clein semua!" ujar Leon semakin memamerkan deretan mereka dalaman nya.
Yuki diam, dia mengembang kempiskan hidungnya. Lalu mengambil sofa bantal dan memukuli Leon bringas.
"Yu, astagah, ampun sayang. Aduhh, jangan dong!"teriak Leon berusaha kabur.
Yuki tidak mengindahkannya. Ia tetap memukuli Leon sampai puas.
***
"Baik, saya selaku pimpinan di kantor ini memberikan mandat kepada semua yang ikut touring ke Bali. Kita semua naik bis kantor, ada yang melenceng,dipecat!Jangan ada yang membuat keributan. Arahan selanjutnya akan diberikan oleh Ibu Yuki!"
Yuki maju, lalu memberikan arahan-arahan tentang tujuan touring mereka kali ini.
Selesai arahan, semua orang yang ikut,langsung menuju bis. Termasuk Yuki, Karin, Bagas, dan Agam.
Karin duduk dengan Bagas, Yuki dengan Agam.
"Ngak papa gue duduk sama Lo kan Yu?" Tanya Agam memastikan.
"Lah, emang Lo ngak mau?" Seru Yuki balik bertanya.
"Bukan itu maksud gue, mending Lo lihat sebelah Lo!"
Yuki menurut, ia melihat ke sampingnya.
"Astagahh!"
Yuki mengelus dadanya. Ia terkejut karena Leon. Lelaki itu sedang berjongkok di sampingnya. Lalu menatap Agam dengan mata melotot.
"Gue pindah aja!" Bisik Agam.
Ia lantas pindah tempat duduk di sebelah Cindy yang kebetulan kosong. Leon langsung menempati tempat duduk Agam.
Yuki mesem.
"Kenapa sama Agam?"
"Gue kan gak tau Lo mau duduk sama gue!"
"Gak peka banget sih!" Ketus Leon.
Bis mulai melaju, keadaan bis nampak hening. Tidak ada yang berani berbuat keributan, terlalu takut dengan sosok Leon yang sangat mengerikan jika mengamuk. Bahkan mereka baru bisa bernafas lega sejak tadi pagi.
Tepatnya sejak Leon senyam-senyum sendiri ketika melihat Yuki.
Dapat disimpulkan, mereka sudah baikan lagi.
"Make ini dulu ya!" Ucap Leon lembut memberikan minyak kayu putih pada Yuki.
Gadis itu tersenyum manis lalu mulai mengolesi minyak kayu putih itu ke lehernya.
"Astagah, bisa diabetes gue ya Gusti!" Seru Leon masih memperhatikan Yuki.
"Apa? Lo ngomong apa?" Seru Yuki mengulangi.
"Eh, ngak ada kok sayang. "
"Yuki cuek bebek, ia kembali fokus mengolesi lehernya. Lalu tiba-tiba ia meletakkan tangannya ke leher Leon.
Leon terkejut, tiba-tiba saja buku kuduk nya berdiri. Ia menelan ludah. Tangan Yuki masih sibuk mengelosi minyak kayu putih di lehernya.
Astagahh
Ini godaan terbesar Leon. Ia paling anti jika sudah disentuh di bagian leher. Apalagi yang menyentuhnya cewek, itu pun Yuki pula. Badannya menjadi lemas seketika menahan sesuatu yang bergejolak di dalam tubuhnya.
"Jangan dilanjutin Yu, ntar gue lepas kontrol!"
Yuki langsung melepas tangannya. Ia menatap Leon dengan lembut sambil mengusap tangan lelaki itu.
"Ck, masih aja gue sentuh. Udah main keransang aja Lo!"
Leon diam.
Ia menatap Yuki dalam. Menarik kepala gadis itu ke dadanya. Lebih baik ia menidurkan Yuki, dari pada gadis itu semakin mengujinya lagi. Duduk berdua saja,imannya kadang lemah, apalagi mendapat sentuhan dari gadis itu.
Ancur Mina nanti.
Yuki menurut saja ketika Leon menariknya ke dalam dekapannya sambil mengelus rambutnya. Ia memang sangat mengantuk.
Yuki memejamkan matanya, lalu mulai memasuki alam mimpinya.
Leon juga sama, Yuki itu ibarat penghangat untuk hati dan juga tubuhnya. Menyadari Yuki yang mulai tertidur. Ia mengeratkan pelukannya sambil menatap tajam para karyawan nya yang terang-terangan menatap mereka berdua.
Semua nya langsung kembali ke kegiatannya masing-masing. Ada yang main game sendiri, tidur, dan hanya menikmati suasana perjalanan.
Leon tidak peduli, yang penting baginya. Yuki sekarang bisa dengan nyaman tertidur di dekapannya.
Hayoooo
Makin cinta gak sih sama Leon???
Harap vote dan komentnya juga sarannya ya.
Thanks
~queen_sland