Bagian 14 || Warm Hug ||

1266 Kata
"Ya elah bang, ngapain sih Lo Dateng kesini?" "Emang gak bisa? Sama Abang kandung sendiri Lo kayak gini! Gue santet juga Lo!" "Tega Lo nyantet gue bang?? "Bodo-ah, minggir deh, gue mau tidur!" Silvia, adik satu-satunya Leon menatap bengis ke arah Leon. Sudah datang tiba-tiba, main nyelonong tidur di kamarnya lagi. Kalau sudah seperti ini, kesimpulannya hanya satu. Abang nya lagi ditolak pasti. "Lagi galau Lo bang?" Seru Silvia sambil membuka sepatu Leon yang tidak dibuka. Bisa ancur kamarnya kalau Leon sampai bertindak kurang ajar. "Hmmm!" Human Leon. "Emang, kak Yuki nolak Lo lagi? Kenapa sih?" Tanya Silvia. Sejak dulu, ia memang sudah tau seperti apa hubungan mereka berdua. Ralat, hubungan hati Abang nya sebenarnya. "Ribut Lo, mending pergi Sono!" Usir Leon. "Astagah bang, lagian bukannya Lo udah sempat tinggal di apartemen nya kak Yuki ya? Ngapain balik lagi?" "Kami berantam!" "Pasti karna Lo over, ya jelaslah kalo kak Yuki marah!" Seru Silvia. "Gue gak bisa ngontrol diri b**o, gue udah lakuin semua tips yang Lo kasih. Tapi, kalo udah ketemu sama Yuki, gak bisa!" Silvia diam, ia memang sudah memberikan rumus mendekati cewek. Tapi emang abangnya kurang Asam, mau gimana lagi?? "Udah lah, balikin sepatu gue. Gue mau pergi!" Ucap Leon kesal. Ia memakai lagi sepatu nya, lalu meninggalkan Silvia yang hampir meledak. *** "Astagah Yu, masih minum kopi lagi?" "Gak boleh emang?" Frans menatap Yuki kesal, sejak memasuki cafenya. Yuki sudah menghabiskan 7 gelas berbagai macam kopi. "Lo galau?" "Gak!" "Pantesan, Lo sih Yu. Kalo Lo juga suka, kenapa gak bilang?" "Gak!" "Nih ya Yu, gue kasih saran yang kemungkinan tazir abis!" "Apa?" "Lo baik-baikiin si Leon aja lagi deh!" "Emang gue jahat?" Frans kicep, ia menatap Yuki kesal. Masih berpikir dimana hati sang sahabat.  "Iya, Lo emang jahat banget sama Leon!" "Emang gitu ya??" Ucap Yuki menyenderkan kepalanya di paha Frans. "Ck, Yu-Yu, Lo emang suka sama Leon. Buktinya, Lo gak pernah kayak gini kalo lagi mode berantam Ama cowok. Kemarin aja pas berantam sama gue, Lo biasa aja!" "Emang Lo tau keadaan gue waktu kita berantam?" "Enggak sih, emang Lo merana juga ya?" Ucap Frans berharap sambil menatap Yuki dengan poppy eyes nya. "Enggak sih, soalnya kita aja berantam gak nyampe satu hari!" "b**o Lo ah! Kesal gue!" kesal Frans lalu menekuk wajahnya. Yuki diam, ia masih memejamkan matanya saat tangan Frans mengelus rambutnya. Meski sekarang weekend, Yuki tidak pergi kemana-mana. Palingan nongkir seharian di cafe milik Frans, lalu biasanya Leon datang dan mengajaknya jalan. Tapi, weekend ini kayak nya sepi banget. Kayak ada yang kurang. Mereka sudah berantam lebih dari 2 Minggu. Leon sepertinya memang tidak mau lagi mendekatinya seperti dulu. Aneh bukan? Saat Leon sudah pergi, Yuki benar-benar merasa kehilangan. "Eh Yu, calon suami Lo Dateng!" Yuki membuka matanya yang hampir terpejam, ia menoleh dan menatap Leon yang memang memasuki cafe dan menuju ke arah mereka. Yuki dan frans yang sedang duduk di sofa memandang Leon. Lelaki itu sepertinya sangat kacau. Leon menarik Yuki yang meletakkan kepalanya di pangkuan Frans, memindahkan kepala gadis itu ke pangkuannya. Lalu mengusap kepala Yuki lembut, seperti biasanya. "Eh, ngapain Lo main narik-narik Yuki sih!" Kesal Frans. "Diam Lo bacod!" "Nauzubillah, Lo datang-datang udah main nyelonong aja Lo!" Kesal Frans. Ia meninggalkan mereka di sofa khusus, yang memang Frans desain khusus untuknya. Sebuah ruangan kaca untuk menikmati waktunya. Ia beranjak menuju pantri, membantu melayani pembeli yang makin banyak datang. Sementara Yuki hanya diam sambil menikmati elusan lembut di kepalanya. Rasanya berbeda ketika Frans yang mengelus rambut nya dengan ketika Leon yang mengelus rambut nya. "Yu?" "Hmmm?" Human Yuki pelan. Leon merasakan hatinya menghangat ketika kembali mendengar suara Yuki yang seperti ini. Suara yang bermanja- manja dengannya.Aneh sekali memang, hanya mendengar suara Yuki, hati nya bisa-bisa nya berjoget ria di dalam sana.  "Maafin ya!" Leon menahan nafasnya menunggu jawaban Yuki. Tapi, gadis itu tak kunjung menjawab. Ia malah menarik kepalanya dari pangkuan Leon, membuat lelaki itu seperti merasa kehilangan. Yuki menatap Leon dalam, ia meneliti penampilan Leon yang benar-benar kacau. Kantong mata nya makin melebar dari sejak mereka berantam. Badannya kurus dan bau. Apa Leon tidak mandi karena berantam darinya?? "Jangan gini lagi!" Ucap Yuki lembut sambil memeluk Leon sekilas dan  kembali merebahkan kepalanya di pangkuan Leon. Ia menggerakkan tangan Leon agar kembali mengusap rambutnya. Leon??? Lelaki itu masih mematung. Apa kata Yuki tadi?? Astagah, apa Yuki juga merasakan hal yang sama dengannya! Begitu?? Tanpa aba-aba, Leon langsung memaksa Yuki agar melihatnya. "Ulangi tadi apa yang kamu bilang yu??" Seru Leon penuh harap. "Jangan begini lagi bang!" "Astagah!" Leon berdiri, ia menyentuh hatinya dan jantungnya. Sepertinya ia kena serangan jantung mendadak deh. Kenapa 4 kata yang Yuki ucapkan sangat berpengaruh bagi kesehatan jantungnya. Ia kembali duduk lagi setelah menetralkan jantungnya. Lalu memeluk Yuki. Yuki membalas pelukan Leon. Gosh!!! Jantung Leon serasa hampir pecah. Entah apa yang merasuki Yuki, sehingga mau membalas pelukannya?? Waktu, mana waktu. Leon ingin sekali menghentikan waktu. Ia ingin seperti ini berlama-lama dengan Yuki. "Erkehmmm, maaf mengganggu waktu romantis kalian!" Ucap Frans dengan tatapan kesal sambil memutar bolamatanya. Bisa-bisa nya mereka berdua berpelukan di depan nya, tanpa ada rasa bersalah. Yuki menatap Frans jengah, Leon marah. Baru saja beberapa detik, tapi sudah ada saja yang mengganggu. "Apa?" Seru Frans ketika mendapati mereka yang menatapnya ngeri. "Lo ancurin moment gue a*u!" Kesal Leon. "Jadi udah baikan nih Yu?" Seru Frans mendudukkan p****t nya di sofa sebelah Yuki. Lalu memberikan Yuki segelas kopi, lagi? "Hmmm!" Ucap Yuki malas. Ia kembali menyenderkan kepalanya ke pangkuan Frans. Tapi, tiba-tiba Leon menghentikannya dan menaruh kepala Yuki di pangkuannya. "Di pangkuan gue aja Yu, lebih adem kok!" "Bucin!" Seru Frans. "Kenapa? Lo ngiri? Iri? Bilang boss!" Seru Leon sedikit ngegas. "Hmmm, kalo iya kenapa?" "Babi lah!" Seru Leon. Yuki mendengkus, ia lalu berdiri. Memandang kedua lelaki di hadapannya dengan seringai. "Frans! Lo sahabat gue kan?" "Yap!" "Sahabat mau kan melakukan semua nya demi sahabat?" Meski bingung, Frans tetap mengangguk.  "Yup!" "Bilang dulu, Lo ngak bakal nolak!" "Iya, gue ngak bakal nolak!" "Apapun itu!" "Apa pun itu- eh, tapi tunggu dulu. Kok gue ngerasa gak enak ya?" "Udah, Lo turutin aja kemauan kesayangan gue!" Ucap leon sinis pada Frans. Frans menyipitkan matanya, ia merasa ada aura-aura aneh akan terjadi. Tapi, karena sudah terlanjur, apa boleh buat?" "Iya, gue janji!" Seru Frans bersamaan dengan seringai Yuki yang makin lebar. "Sekarang, ikutin kemauan gue!" Kekeh Yuki. "Iyap!" "Cium Leon!" "Cium Leon!" Seru Frans sambil mengecup pipi Leon. Namun setelah sadar apa yang ia lakukan, ia langsung berteriak lebay. "Aaaaaaaaa, mamae, anak mu udah gak perawan bibir nya. Mamaaaaaa!" Teriak Frans memegangi bibirnya. Ekspresinya tidak jauh beda dengan Leon yang nampak syok, ia memegangi wajah nya yang memerah. Sumpah, seumur hidupnya. Hanya ayahnya yang pernah mengecup pipinya. Karena Leon sudah berjanji, apa pun nanti bagian dari tubuhnya. Sekecil apa pun itu, itu didedikasikan hanya untuk orang yang berhasil merebut hatinya nanti. Yuki ngakak Bahkan ia sampai memegangi perutnya, sambil memukul meja. Astagah, kenapa menyenangkan sekali mengerjai dua orang yang paling ia senangi ini??? Ampuni dosa Yuki ya Tuhan, seru Yuki dalam hati. Tapi, senyumnya langsung luntur, ketika Frans sudah mendekat ke arahnya sambil membawa bantal. Ia langsung berlari ke arah Leon dan bersembunyi di balik punggung lelaki itu. "Yukiii, sini kamu!" Teriak Frans. "Bang, tolongggggg!" Teriak Yuki. Leon yang merasa ada kesempatan, ia langsung pura-pura menjadi sosok pelindung Yuki. Namun, "Hahahah, Lo ketangkap!" Kekeh Leon. Ia memeluk Yuki erat. Yuki terdiam Frans langsung kicep, bingung mau buat apa. Ia lantas melepas bantalnya, lalu bergabung memeluk Yuki. Hiyaaaa Mana nih tim nya Leon?? Atau, mana tim nya Frans??? Siapa yang bakal kalian dukung nih Gais?? Yuk koment, dan kasih vote ya. Salam hangat.  ~queen_sland
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN