"Hai Ray, kau sudah mendapati tambatan hati ya?" tanya Najwa di seberang telepon. Wanita aneh penuh konflik keluarga, sang pemilik teater ternama, aktris sekaligus produser film itu tiba-tiba kembali menelepon Ray, sekedar bertanya keaslian dari berita yang baru dibacanya pagi tadi langsung pada si tokoh dalam berita yang baru semenit dan langsung trending topik itu. "Hah?! Apa?" tanya Ray jengkel. Tambatan hati apa? Dasar wanita bodoh, bathin Ray, melangkah ke parkiran, hari ini tidak ada jadwal konsultasi, Tio tidak mengabari bahwa ada undangan wawancara dan bintang tamu acara talk show, jadi tujuan Ray hari ini hanya ke perusahaan. "Lah? Kau sedang pura-pura bodoh atau memang tidak tau?" tanya Najwa kembali, dengan nada suara bingung. Sejak masalah Najwa selesai, panggilan 'bodoh' a

