Sany tiba-tiba menggeleng. "Bukan, bukan begitu Na. Aku yakin memang auraku saja yang sudah redup. Memang banyak aktris muda di luar sana yang lebih berbakat dan bersinar dariku." Sany tersenyum tipis, mengingat karirnya di dunia hiburan yang hampir sakaratul maut. "Sudahlah Sany, kau tak perlu mengatakan itu untuk menghiburku. Aku tau kau sadar bahwa penyebab karirmu yang sebagai aktris ternama jadi hancur karena kau terlibat dalam kasus 2 tahun yang lalu itu." Najwa menyibak ekor rambutnya ke belakang, merapikan kemejanya, meraih laptop yang ada di atas meja. "Jujur, awalnya aku tak mau melanjutkan permasalahan ini Ray, toh pelaku yang membunuh kakakku juga sudah mati. Tapi, aku tak mau para saksi yang mengetahui kebenaran dari kejadian 2 tahun yang lalu itu jadi terkena dampaknya, hid

