Setelah berbincang-bincang sedikit dengan Candra, Zeline pun meninggalkan ruangan Candra dia kembali keruangannya untuk mengambil tas dan dengan segera dia meninggalkan ruangan itu. Rasanya campur aduk dengan berat hati dia meninggalkan ruangan yang mengajarinya banyak hal itu.
Dia berjalan dengan perlahan, memperhatikan setiap bagian ruangan kantor. "Terima kasih sudah mengajariku banyak hal, banyak pengalaman, terimakasih sudah mengenalkan ku pada banyak teman, Pak Candra, Stela, mbak Lisa terimakasih untuk ilmunya, pak Liandra terimakasih untuk..... terimakasih untuk kesempatannya, terimakasih untuk pengalamannya" ujarnya dalam hati
Tak ingin terbawa perasaan Zeline mempercepat langkah kakinya. Dengan cepat dia meninggalkan kantor itu, tak lupa dia mengucapkan terimakasih juga pada pak satpam dan juga dia memberikan kenangan-kenangan pada pak satpam yang selalu menyambutnya dengan ramah kala pagi hari. Selesai berbincang dengan pak satpam gadis itu benar-benar meninggalkan kantor Liandra.
Tak lama Zeline pergi, Liandra tiba dikantor, seharusnya masih dua hari kedepan dia datang tapi dia percepat jadwalnya, dia sudah sangat merindukan gadis dalam dekapan semalamnya. Dia juga ingin segera menemui Damar untuk berbela sungkawa. Dia tak langsung keruangannya, dia keruangan Zeline namun tak ada orang diruangan itu. Dia segera keruangan Candra, dia ingin mengajak Candra menemui Damar.
Sama halnya seperti Candra dia tak mengetuk pintu, dia langsung masuk begitu saja. Iyalah gue langsung nyelonong kan gue direkturnya disini. Namun Candra tak menyadari kedatangan Liandra, pria itu masih fokus dengan pekerjaannya.
"Gue bangga punya karyawan kayak lu" ucap Liandra yang menyadarkan Candra
"Eehh bro.. kapan loe udah ada disini? bukankah masih dua hari lagi kau datang?" tanya Candra "Apa kau sudah merindukannya?" goda Candra, Liandra hanya tersenyum dia langsung menggaruk kepalanya yang tak gatal, melihat ekspresi sahabatnya Candra sudah langsung bisa menebak kalau sahabatnya memang lagi merindukan seseorang tapi seseorang itu kini sudah tak lagi dikantornya, dia sudah harus melanjutkan kuliahnya lagi.
"Liandra Adithama Wijaya akhirnya loe jatuh cinta juga" ujar Candra
"Iya gue jatuh cinta sama loe, gue rindu sama loe" jawab Liandra datar
"Hahahaha gila loe ndra, kenapa loe balik lebih cepat?"
"Gue mau ketemu Damar, loe temenin gue yyaa...?" ajak Liandra
"Siap bos" ujar Candra, dia segera menyelesaikan pekerjaannya sebentar sebelum menemani Liandra pergi.
Sambil menunggu Candra, Liandra memainkan ponselnya dia mencari media sosialnya Zeline namun dia tak menemukannya karna memang Zeline tak main media sosial. Dia menarik nafasnya dalam dan membuangnya dengan kasar. Dia frustasi tak menemukan akun media sosial Zeline. Candra langsung menoleh kearahnya, dia melihat bingung kearah temannya. Mengapa Liandra begitu frustasi?
"Kenapa loe ndra?" tanya Candra.
"Udah buruan loe selesain kerjaan loe gue kasih waktu Lo sepuluh menit" ujar Liandra sedikit kesal, Liandra memperhatikan ruangan Candra, ada bingkisan di atas mejanya.
"Bingkisan dari mana?" tanyanya datar.
"Zeline" jawab Candra yang membuat Liandra membulatkan matanya, wajahnya seketika berubah menjadi musam.
"Ada apa loe sama dia?" tanya Liandra mulai kesal.
"Kenapa, loe cemburu?" tanya Candra yang membuat Liandra semakin kesal.
"Lima menit loe gak selesain kerjaan loe gue pastiin besok loe udah tidak bekerja di kantor gue lagi" ucap Liandra dengan tegas.
"Kalau udah nyangkut hati mah susah sahabat pun dipecat juga tidak jadi masalah" ucapnya pelan namun terdengar jelas oleh Liandra.
"Berani-beraninya loe ngomel dibelakang gue" ujarnya dengan nada yang masih kesal.
"Hati loe udah dikuasai oleh rasa cemburu ndra, tadi dia pamit dan ngasih gue bingkisan ini sebagai tanda terimakasih tapi gue juga gak tau apa isinya" ucap Candra menjelaskan.
"Pamitan?" tanya Liandra bingung.
"Iya ndra, dia kan anak magang, dia cuma tiga bulan aja ngantor dan sekarang dia sudah balik ngampus" ujar Candra menjelaskan.
"Jadi dia seorang mahasiswa?" tanyanya.
"Hheemm, dia seorang mahasiswa yang berprestasi di kampusnya dari cara kerjanya juga kelihatan ndra kalau dia anak yang pintar" ujar Candra kembali menjelaskan, Liandra kembali menarik nafasnya tapi kali ini dia mengeluarkannya secara perlahan.
"Dia seorang mahasiswa yang masih mempunyai masa depan yang panjang dan gue, gue sudah merusak masa depannya begitu saja, ya tuhan betapa berdosanya diriku" gumam Liandra dalam hati.
Di kampus Zeline, teman-temannya sudah menunggunya, mereka bahagia bisa berkumpul kembali setelah tiga bulan berpisah. Mereka saling bercerita pengalaman mereka selama KKN, ada yang mendapatkan pacar baru ditempat KKN, ada yang mendapatkan sahabat baru bahkan ada juga yang mendapatkan tunangan ditempat KKN.
"Nona, apa kau berhasil mendapatkan hati di rekturmu yang super tampan itu?" tanya Lula yang membuat muka Zeline seketika memerah.
"Apaan sih La" kata Zeline malu-malu.
"Lalu apa yang kau dapatkan nona?"
"Yang ku dapatkan....." gadis itu menggantungkan ucapannya "aku mendapatkan banyak pengalaman di sana" lanjutnya, mereka kembali asyik mengobrol.
Di kantor Damar
Liandra dan Candra sengaja datang kekantor Damar tanpa membuat janji terlebih dulu. Tak masalah jika dia harus menunggu Damar rapat. Tapi mereka beruntung, hari ini Damar lagi free dia tak ada rapat ataupun pekerjaan, dia lagi santai hari ini.
Tok tok
"masuk" titah Damar, Damar sedikit terkejut melihat Liandra dan Candra datang kekantor ya "Wah kedatangan tamu istimewa nih?" ujar Damar. "Duduk bro" titahnya mempersilahkan Candra dan Liandra duduk, Damar mengambilkan minuman kaleng untuk kedua sahabatnya itu.
"Ada apa nih?" tanya Damar.
"Tau nih Liandra, baru datang udah langsung ngajak kesini" ujar Candra.
"Mar, gue ikut berduka cita ya atas kepergian Tante sama Om Permana dan sorry gue baru bisa Dateng sekarang" ucap Liandra.
"Gak papa ndra, thanks ya udah nyempetin dateng" ujar Damar.