Seperti biasa tiga orang ini kalau sudah ngumpul selalu saja ada topik yang dibicarakan, dari mulai masa-masa sekolah mereka tempo dulu, bisnis, sampai Liandra yang saat ini tak laku-laku.
"Mempunyai wajah tampan dan punya segalanya ternyata tak menjamin teman kita ini laku bro" ledek Damar
"Loe betul bro, sejak dari kuliah gua gak pernah lagi lihat dia jalan sama cewek terakhir gue lihat dia kencan sama Sesyl tapi sayang dia ditinggal kawin" lanjut Candra meledek Liandra, seketika Damar dan Candra tertawa barengan
"Mau sampai kapan loe menyendiri terus ndra?" tanya Damar setelah puas menertawakan sahabatnya
"Sampe Tuhan kasih gue jodoh" jawab Liandra datar, lagi dan lagi Damar dan Candra tertawa mendengar jawaban Liandra, mereka tak menyangka Liandra akan menjawab seperti itu.
"Dia lagi deketin anak magang bro" ujar Candra
"Oohh yyaa... apa dia secantik Sesyl?" tanya Damar
"Dia sangat cantik, cantik sekali dia juga sangat indah dia sangat cerdas" jawab Liandra dengan semangat, ya Zeline sudah benar-benar mencairkan hatinya, Liandra sudah tak mau memungkirinya lagi dia benar-benar mencintai Zeline, bukan karna mereka sudah pernah tidur bersama tapi dari pertama Zeline gabung di perusahaannya diam-diam Liandra sudah memperhatikannya.
"Wwaahh selera loe pucuk bro" ledek Damar yang disambut tawa oleh Candra dan juga Liandra, mereka mengobrol sampai tak terasa matahari sudah hampir tak menampakkan diri. Liandra dan Candra pamitan, dia sudah sangat lelah dia belum istirahat. Dia ingin merebahkan badannya.
Dijalanan ibu kota yang padat Zeline membawa mobilnya dengan pelan, jalanan begitu padat di jam pulang kerja seperti ini. Jalanan sedikit macet untuk mengurangi rasa bosannya dia menyalakan radio, lagu yang di putar begitu menyentuh hatinya. Dia sangat menikmati lagunya dan tak jarang Zeline ikut menyanyikan lagu itu.
Perhatikan
Kulihatkan
Semua yang pernah ada 'kan kutaruhkan
Perasaan kuberikan
Tak sedikit pun waktu 'kan kutinggalkan
Kuserahkan
Semua yang kau minta 'kan ku penuhi
Ku bertahan
Hanya disaat bunda di sisiku
Maha Besar Kau telah berikanku hidup
Dia segalanya di hidupku
Perhatikan
Kulihatkan
Semua yang pernah ada 'kan kutaruhkan
Perasaan kuberikan
Tak sedikit pun waktu 'kan kutinggalkan
Maha Besar Kau telah berikanku hidup
Dia segalanya di hidupku
Bunda yang kucintai di dalam hatiku
Dia terbaik di mataku
Maha Besar Kau telah berikanku hidup
Dia segalanya di hidupku
Bunda yang kucintai di dalam hatiku
Dia terbaik di mataku
Perhatikan
Kulihatkan
Semua yang pernah ada 'kan kutaruhkan
Perasaan
Kuberikan
Tak sedikit pun waktu 'kan ku tinggalkan
Perhatikan
Kulihatkan
Semua yang pernah ada 'kan kutaruhkan
"Mama Zeline rindu" gumamnya
=======
Dikediaman Liandra,
Dia lelah sangat lelah dia ingin segera membersihkan diri dan beristirahat. Dia menaiki anak tangga satu per satu dengan langkah yang cepat. Dia segera masuk kamar dan segera membersihkan dirinya, selesai membersihkan diri dia ingin segera tidur namun bayangan Zeline muncul. Tanpa dia sadari dia sangat merindukan gadis itu.
"Zeline, mengapa kau selalu muncul dalam anganku, mengapa senyummu selalu membayangiku, racun apa yang beri padaku Zeline" gumamnya, dia mengecek hpnya dia ingin menelpon gadis itu namun dia tersadar dia tak punya nomor Zeline. "Candra yyaa dia pasti punya nomor Zeline" Liandra segera mengirim pesan Candra dan tak butuh waktu lama Candra langsung membalas pesan Liandra. "Yeess" ucap Liandra senang setelah mendapat nomor Zeline dengan segera dia menghubungi Zeline namun gadis itu tak menjawab telponnya. Dia mencobanya kembali namun sama tetap tak ada jawaban.
Zeline lagi berbincang sama kak Damar dibawah dia meninggalkan handphone nya dikamar, kak Damar mengajarkan banyak hal tentang bisnis karna tak lama ia akan lulus kuliah dan yang pasti dia akan bergabung dengan kak Damar untuk melanjutkan bisnis papanya.
"Kak Damar, El masih pengen lanjut kuliah kak" ujar Zeline
"Bagus dong kalau El mau lanjut lagi"
Zeline langsung memeluk kakaknya, "apa kakak menyetujui El lanjut kuliah?" tanyanya yang masih memeluk kak Damar
"Anak bodoh, ya.. pastilah kakak menyetujuinya bahkan kakak akan mendukungmu, kamu pilih saja universitas mana yang kamu mau kakak akan selalu mendukungmu" ujar kak Damar sembari mengelus rambut adiknya
"Makasih kak, Zeline sayang sekali sama kakak"
"Ya sudah kembalilah kekamarmu kakak mau jemput kak Arin dulu"
"Baiklah" Zeline menuruti kakaknya, dia segera melepaskan pelukannya dan kembali kekamarnya, dia melihat handphone nya, "nomor baru empat kali panggilan, siapa?" gumamnya, dia ingin mengirim pesan untuk menanyakan namun dia urungkan. Dia kembali meletakkan handphone nya dan tak lama handphone nya berbunyi, nomor baru dan nomor yang sama, dia segera mengangkatnya
halo
Apa aku mengganggumu? tanya seseorang disebrang sana
Tidak, jawab Zeline, suaranya tak asing ditelinga Zeline, seperti suara Liandra "ah tidak mungkin" pikirnya
"Apa kau tak mengenali suaraku?" tanyanya lagi
"Pak Liandra" jawab Zeline menebak
"Iya aku Liandra" ujar Liandra, mereka mengobrol cukup lama ditelpon, bertukar beberapa kata dan terkadang mereka sesekali bercanda.
Rindu akan gadisnya itu sedikit terobati, biarpun tak bisa melihat senyumnya tapi mendengar tawanya sudah sedikit mengurangi rasa rindunya.
Perlahan dia memejamkan matanya dan tak butuh waktu lama dia sudah memasuki alam mimpinya, begitupun dengan Zeline dia membawa tidur suara merdu dan tawa Liandra kedalam mimpinya.
BUNDA_GEISHA
Lirik diambil dari internet