Amarah Bintang

1686 Kata

Posisi bulan digulingkan oleh matahari. Cahaya terang pun kembali menyinari bumi. Walaupun masih ingin bermanja, Ben dan Binar harus segera bangkit dari tempat tidur mereka. Apalagi Ben, ia harus mempersiapkan diri dan kata-kata untuk menyelesaikan hubungan misterius yang tercipta, antara dirinya dan Bintang. Sekitar pukul 10.00 WIB, ponsel Binar berbunyi. Saat itu, Ben menganggukkan kepala sebagai kode bahwa itu mungkin dari Bintang. "Kuatkan volume suaranya, Sayang!" bisik Ben sambil duduk dan memeluk Binar dari belakang. Binar mengangguk paham. Ia pun langsung mengangkat panggilan tersebut dan mendengarkan semua rencana Bintang selanjutnya. "Binar?" Suara Bintang terdengar parau. Ia seperti habis mabuk semalaman dan terpaksa bagun saat ini. "Ya?" "Aku akan pulang siang ini." Bin

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN