Bukan Rahasia

1316 Kata

Satu minggu setelah kejadian naas yang hampir memutus napas Ben, Binar masih pura-pura tidak tahu apa pun dan memilih untuk diam. Alasannya hanya satu, yaitu membantu Ben untuk menjaga perasaannya sendiri. "Sayang, aku mungkin akan pulang sedikit terlambat. Ada yang harus dikerjakan dan tidak bisa orang lain," ujar Ben sembari mengenakan dasinya. "Nggak apa-apa, kan?" "Iya, Sayang. Tapi jangan terlalu larut ya!?" Ben mengangguk paham, "Baiklah, jangan khawatir!" Lalu keduanya turun untuk sarapan. Setibanya di ruang makan, papa Tomi mengatakan sesuatu kepada Binar dan Ben. "Ben!" sapanya yang sudah berdiri. Tampaknya, beliau memang tengah menunggu anak dan menantunya tersebut. "Iya, Pa. Ada apa?" tanya Binar sambil menarik kursi di sisi lain meja makan. "Papa sakit?" "Nggak, Binar. T

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN