"Jika kamu ingin membunuh seseorang tanpa menyentuhnya, maka buat dia jatuh cinta mati-matian, lalu tinggalkan." Kalimat itu berdengung nyaring di telinga, seperti rekaman yang diputar berulang-ulang, tapi penglihatanku tak berfungsi. Hanya ada kegelapan di mataku. Semua hitam, tubuhku seperti berada di awang-awanng. Apa yang sebenarnya sedang terjadi padaku? Angin yang berputar di sekeliling, menerbangkan penutup mata yang sebelumnya memblokir penglihatan. Aku mengerjap berkali kali demi menyesuaikan dengan cahaya berlebih yang tiba-tiba menerobos retina. "Anak penjahat! Kamu harus membayar semua kejahatan orang tuamu, dan nyawa harus diganti dengan nyawa!" Belum sampai aku bisa menguasai keadaan, terdengar suara aneh yang menggema di antara hembusan angin. Suaranya lebih mirip most

