Satu bulan berlalu sejak moment pertemuan terakhir antara Leon dan Ivonne di acara Jogja fashion Week. Siang ini sahabatnya yang bernama Agatha Noora Jones baru saja tiba di Indonesia setelah mengikuti rangkaian event London Fashion Week selama satu minggu. Agatha Jones merupakan salah satu desainer muda ternama yang dimiliki Indonesia.
Agatha adalah teman SMA Leon di Jogja yang telah malang melintang di dunia fashion sejak dia lulus sekolah menengah atas. Pertemanan mereka tak lain hal karena orang tua Agatha adalah sahabat sekaligus partner bisnis dari orang tua Leon. Sudah lumayan lama mereka tidak temu kangen, akhirnya Agatha berinisiatif mengajak seorang Leonaga dan sahabat lainnya untuk berkumpul di café favorit mereka.
Beberapa mobil terlihat sudah tertata rapi di halaman Café Ramayana. Siang itu Agatha memang berencana menyewa ruang VIP untuk temu kangen dengan sahabat-sahabat lama nya. Tidak mengundang terlalu banyak orang, hanya sahabat yang dirasa dekat dengan kehidupannya saja yang diminta untuk datang bergabung.
Teman-teman dekatnya sudah hadir di café yang terkenal dengan spot foto instagramable itu. Diantaranya adalah Ivonne Abigail beserta manajernya. Cipika cipiki pun dilakukan saat mereka bertemu. Suasana riang siang itu terdengar jelas dari arah ruang VIP dimana Agatha Jones dan teman-temannya berada. Kurang lebih sebelas orang telah hadir memenuhi undangan.
“Kak, kayaknya udah lengkap nih yang datang. Tinggal nunggu siapa lagi si?” tanya Jeanice seorang model yang sering memperagakan koleksi baju Agatha.
“Masih kurang satu, temen SMA gue belum kelihatan batang hidungnya.” jelas Agatha sembari tersenyum.
“Jangan-jangan gebetan elu kali kak,” Ivonne menggoda.
Tawa riuh pun kembali terdengar saat sahabat-sahabat nya mulai menggoda. Boleh dibilang Agatha Jones termasuk deretan desainer cantik yang banyak di gandrungi laki-laki. Baik dari pebisnis maupun selebritis pernah menyatakan cinta kepada gadis berpawakan jangkung itu. Agaknya dia belum terlalu berminat untuk melangkah ke jenjang yang lebih jauh, karena pada prinsipnya dia ingin berfokus kepada karir terlebih dahulu.
“No … No … dia itu apa ya? Gue bilangnya si langka hahaha, siapa tau kalian ada yang tertarik.” timpal Agatha masih dengan senyumnya.
Terlihat dari kaca seseorang sedang diarahkan oleh staf café untuk menuju ke dalam ruang VIP. Agatha nampak tersenyum ternyata sahabatnya bisa meluangkan waktu sesuai dengan janjinya untuk bertemu. Walapun dia tahu sahabatnya itu adalah orang yang sangat sibuk sekali. Staff café pun mengetuk pintu kaca yang membuat perhatian semua model, desainer dan manajer model yang hadir disitu menoleh kearah pintu.
“Siang kak, maaf mengganggu. Big Boss sudah hadir.” staf café tersebut memberitahu.
“Oke, suruh masuk saja ya.” Agatha memberikan instruksi.
Staf café kembali menutup pintu, sementara wajah para sahabatnya tampak jelas rasa penasaran yang teramat sangat. Tak lama kemudian seseorang membuka pintu kaca. Lelaki yang baru saja melangkahkan kakinya memasuki ruang VIP tak lain adalah Leonaga Chandra. Semua sahabat Agatha pun terkejut saat mengetahui orang yang ditunggu desainer itu adalah laki-laki yang menjadi perbincangan publik setelah pelaksanaan Jogja Fashion Week season empat kemarin.
“Wow, ramean ternyata. Cewek semua lagi. Mati gue.” gumam Leon dalam hati saat melihat satu ruangan itu hanya berisi wanita.
“Leon, akhirnya lu datang.” Agatha menghampiri sembari memeluk dan melakukan cipika dan cipiki.
“Sorry telat ya, macet parah di daerah Kenthungan.” jelas Leon sembari tersenyum.
Hanya berpakaian kaos dan jaket denim kesayangan nampaknya hal itu tidak mengurangi penampilan seorang Leon tetap terlihat trendi dan maskulin.
“Nggak apa-apa, lagian kita juga baru pada datang. Oh ya, kenalin nih sahabat-sahabat gue. Teman-teman kenalin ini temen SMA sekaligus sahabat gue, Leonaga Chandra.” Agatha memperkenalkan Leon kepada teman-temannya.
Leon pun tersenyum dan menjabat tangan satu persatu sahabat dari Agatha Jones. Dilihatnya salah satu sahabat Agatha yang nampak familiar di mata lelaki itu. Dia adalah model yang menyapanya di lobi JEC kala itu. Hanya saja kali ini riasannya tidak terlalu glamor, tetapi anehnya hal itu membuat Leon lebih tertarik karena kecantikan alami nya jauh lebih terlihat nyata.
“Hai, kita ketemu lagi.” Ivonne tersenyum sembari menjabat tangan Leon.
“Ya, apa kabar Ivonne?” Leon membalas dengan tersenyum.
Pandangan mata kedua insan itu seolah saling mengatakan bahwa mereka bahagia bertemu satu sama lain hari ini.
“Aku baik,” Ivonne sembari tersenyum tanpa mengalihkan tatapan matanya dari Leon.
“Lho … kalian sudah saling kenal?” Agatha penasaran. Sementara sahabat-sahabat Agatha yang lain pun hanya bisa saling memandang.
“Iya Tha, kita ketemu saat JFW kemarin.” jelas Leon sembari tersenyum. Sementara Ivonne pun ikutan menganggukan kepala mengiyakan ucapan Leon.
“Oh baguslah kalau kalian sudah saling kenal.” Nampak Agatha tersenyum lebar. Leon dan Ivonne pun saling tersenyum dan Agatha segera mempersilahkan mereka berdua duduk kembali.
Leon sengaja mengambil duduk disebelah Ivonne yang hari itu ia akui penampilannya sangat manis. Siang itu Ivonne memang sengaja berpenampilan lebih santai dengan make up naturalis. Pakaiannya yang simple tapi tidak meninggalkan kesan fashionable, itu yang menjadi ciri khas dari seorang Ivonne Abigail.
Obrolan hangat mengalir pada pertemuan siang itu.
Beberapa teman Agatha mencoba melakukan pendekatan kepada Leon yang tak kurang dan tak lebih adalah agar mereka bisa dekat dengan seseorang yang tak bisa dianggap remeh.
Leon lebih banyak tak ambil pusing dengan obrolan teman-teman Agatha. Sudah bisa di tebak jika kumpulan cewek-cewek cantik berada di dalam satu ruangan, obrolan mereka adalah seputar fashion, shoping, gossip dan ajang pamer pencapaian. Oleh karena itu Leon lebih memilih tak banyak bicara dan fokus bermain game online di handphone nya.
Melihat raut muka sahabat spesialnya yang nampak mulai bête, Agatha segera mendekati tempat dimana Leon berada.
“Hei, kenapa si? Kayaknya gue perhatiin elu mainan handphone terus dari tadi?” Agatha sedikit berbisik.
Dihembuskan nafas beratnya, segera Leon membisikan sesuatu di telinga Agatha.
“Obrolan temen-temen elu udah mulai ngebosenin, cari muka terus sama gue.” jelas Leon dengan santainya. Agatha hanya tersenyum mendengar ucapan sahabatnya itu.
“Terus mau gimana biar elu nggak bosen?” Agatha dengan sabar.
Terlihat Leon menghembuskan nafas beberapa kali dan memasukan handphone nya kedalam saku celana. Lelaki itu pun tersenyum, kemudian memegang tangan Ivonne yang duduk di sebelah kirinya. Nampak raut muka Ivonne yang sedikit kaget dengan aksi yang ia lakukan, tak terkecuali dengan Agatha.
“Ikut aku ke balkoni?” ajak Leon.
Nampak wajah Ivonne sedikit bingung mendengar ajakan lelaki yang belum lama ia kenal tetapi sudah sering membuat aliran darahnya berdesir-desir.
“Oke.”
Ivonne menganggukan kepala sembari tersenyum walaupun tersirat sedikit kebingungan. Mereka pun berjalan ke luar ruangan untuk menuju balkoni. Agatha yang melihat hanya tersenyum sembari menggelengkan kepalanya. Sementara manajer Ivonne dan sahabat-sahabat sang desainer lainnya hanya bisa penasaran kenapa dia bisa mengajak seorang model baru yang banyak sensasi untuk mengobrol berdua di balkoni. Agatha berusaha menenangkan sahabat-sahabat yang riuh melihat sikap Leon kepada Ivonne, hingga mereka kembali ke topik obrolan masing-masing seperti semula.