"Happy birthday to you....happy birthday to you...."
Melodi kaget mendengar suara nyanyian tersebut dan langsung menoleh kearah sumber suara berasal. dari depan pintu kamar Erlangga.
Melodi terdiam, berdiri mematung, matanya terasa panas, dan berkaca- kaca saking terharunya. Dia tak menyangka Erlangga mengingat hari ulang tahunya, padahal dia sendiri lupa.
Erlangga berjalan mendekati Melodi yang masih berdiri mematung ditempatnya. Kue yang dibawanya diletakan dimeja. Dan dia langsung mendudukan Melodi disofa.
" Hey..kenapa menangis, ini hari bahagia kamu..." kata Erlangga dengan lembut.
" Aku terharu...hiks..hiks.." sahut Melodi diselingi isaknya.
Erlangga merengkuh kepala Melodi dalam pelukannya, mengelus rambutnya.
" Jangan menangis, sekarang tiup lilinnya dan berdoalah, " katanya kemuadian.
Erlangga mengurai pelukanya, menangkap wajah Melodi dengan kedua telapak tangannya dan mengusap air mata Melodi. Dan dia tersenyum.
" Ayo make a wish.."
Melodi tersenyum kemudian memejamkan matanya. Bibir mungilnya bergerak gerak menguntai doa untuk hari esok dan selanjutnya.
Erlangga menahan napas, menatap wajah Melodi dari dekat, mata yang tertutup dan bibir mungil yang bergerak, menggemaskan. Hati Erlangga tak karuan. jantungnya berdebar kencang, beruntung dia menyalakan musik . Kalau tidak pasti Melodi akan mendengar detak jantungnya.
Dia menatap Melodi begitu intens. Sekuat tenaga menahan keinginannya untuk mencium bibir Melodi yang menggemaskan. Erlangga menarik napas dalam. Jika Melodi tidak segera membuka matanya pasti Erlangga tidak akan bisa menahan hasratnya.
" Selesai..." Kata Melodi sambil membuka matanya. Membuat Erlangga menarik napas lega.
" Ayo tiup lilinnya..." katanya kemudian.
" Satu...dua..tiga..." dia memberi aba-aba.
Melodi pun meniup lilin tersebut. Dan tersenyum ceria.
" Yeeeiii...selamat ulang Mel...semoga selalu bahagia...dan tetaplah seperti ini" kata Erlangga sambil memegang kedua tangan Melodi .
" Terimakasih Ngga... kamu selalu ingat hari ulang tahun..dan selalu menjadi yang pertama mengucapkannya" kata Melodi sambil menatap lembut Erlangga.
" You're welcome... aku janji mulai hari ini esok dan nanti aku akan selalu menjadi yang pertama untuk mengingat hari ulang tahunmu"
Melodi mengerjapkan matanya sambil tertawa dengan ceria.
" Eh ada yang lupa..kadonya mana..." tanya Melodi manja sambil menengadahkan kedua tangannya didepan Erlangga.
Erlangga tertawa sambil mengacak rambut Melodi." Aku tidak lupa" katanya kemudian.
Erlangga kemudian mengeluarkan sebuah kotak berwarna peach dari saku celananya. warna kesukaan Melodi.
" Bukalah..." katanya sambil menyodorka kotak tersebut.
Melodi membuka kotak peach itu, dan langsung berteriak kegirangan.
" Angga....makasih...ini kalung yang sudah lama aku inginkan".
" Aku tahu...sekarang berbalik lah akan aku pakaikan"
Melodi memutar badanya dan Erlangga memasangkan kalung dileher Melodi.Melodi membantu menyingkirkan rambutnya.
" Selesai..." kata Erlangga sambil membalikan kembali badan Melodi. Kedua pasang mata bertemu, saling menatap begitu dalam. Sampai akhirnya Erlangga membuka suara.
" Mel..."
" hemm.."
" Boleh aku mengatakan sesuatu" tanyanya kemudian. Melodi tersenyum dan mengangguk an kepalanya pelan.
Erlangga menarik napasnya kemudian berkata.
" Mel...sudah sejak lama aku menahan ini..tapi semakin lama aku semakin tidak kuat untuk menahan ya"
Erlangga berhenti sejenak. Melodi tampak penasaran dengan apa yang ingin katakan Erlangga selanjutnya.
" Aku mencintaimu Mel...sangat mencintaimu, Kamu mau kan setelah ini merajut hari menggapai mimpi bersamaku"
Melodi terkejut jantung berdetak kencang, ditatapnya manik mata Erlangga, dan tidak ada kebohongan, yang ada hanya sebuah keseriusan.
" Mel...." Erlangga memegang bahu Melodi. karena gadis itu hanya diam dan menatapnya.
Melodi bergeming, kemudian tersenyum
" Sebenarnya aku juga mencintaimu Ngga, sejak dulu, tapi aku takut apakah kamu punya perasaan yang sama denganku atau tidak" kata Melodi sambil menundukkan kepalanya.
Wajahnya merona karena malu, selama ini baru sekarang dia merasa malu dengan Erlangga.
Erlangga tersenyum, mengangkat dagu Melodi, Melodi masih tidak berani menatap mata Erlangga. Melihat sikap malu- malu Melodi membuat Erlangga semakin gemas saja. Didekatinya wajah Melodi. Begitu dekat. Dan Saat Melodi menatap kearah Erlangga, degh...jantungnya seakan berhenti, karena wajah Erlangga berada satu centi didepan wajahnya. dan detik berikutnya bibinya telah menyatu dengan Erlangga.
Melodi pun Memejamkan matanya, mengikuti kata hatinya, merasakan lembut dan hangatnya ciuman Erlangga. Pelan dan penuh dengan rasa cinta. Erlangga menekan tengkuk Melodi untuk memperdalam ciumanya. Melodi membalasnya sambil mengalungkan tangan dileher Erlangga.
Saking terhanyut ya mereka dengan ciumanya sampai tidak menyadari hadirnya seorang di ruangan itu.
" Ya Ampun...sayang amat ini kue..kena lelehan lilin...mending gua makan aja..."
teriak si pengganggu tersebut.
Mereka berdua kaget dengan cepat memperbaiki posisinya duduknya. Melodi tampak gelagapan, wajahnya sudah pasti tidak jauh beda dengan tomat matang. Berbeda dengan Erlangga yang tampak sangat tenang.
" Gak tahu situasi loe.." kata Erlangga pelan. Sukses membuat si pendatang tertawa keras.
" Ha...ha...ha... maaf..maaf...menganggu acara kalian. Ada yang penting nih." kata Agung. Dia adalah sahabat dari Erlangga dan Melodi. Sebenarnya dia juga yang selalu memanas manasi Erlangga, untuk segera mengungkap kan perasaanya ke Melodi. Karena dia tahu mereka saling mencintai.
" Apa..." tanya Erlangga agak sinis. Dibalas seringaian tidak bersalah dari Agung.
" Butuh penginapan " katanya kemudian.
" Silahkan, tapi gua mau antar Melodi dulu" katanya lalu menggamit tangan Melodi yang masih terdiam dan menunduk malu. karena ketahuan tengah berciuman.
" Ok broo....hati- hati ya..kuenya buat gue ya...lapar.." teriaknya. Yang diteriakin ngeloyor saja pergi tanpa memperdulikan Agung.