9. Orang Yang Sama

547 Kata
" Mel..pagi banget...mau ada acara.." " Iya Bu...Presdir baru akan datang, jadi sebagai karyawan yang baik kita harus menybutnya.." " Oh gitu rupanya..ya sudah sarapan dulu." " Terima Kasih Bu.." Melodi langsung melahap sarapanya. Untuk sementara waktu dia lupa kepedihan hatinya karena terlalu sibuk. " Mel..." " Ya Bu.." Melodi menghentikan aktivitas sarapan dan menoleh kearah Bu Dina yang terlihat memberikan sesuatu. " Undangan " Melodi menyudahi sarapanya, meminum air putih, kemudian membuka undangan tersebut. Bu Dina sengaja tidak beranjak dari tempatnya, karena dia tahu pasti Melodi akan sangat terguncang. Begitu membuka lembaran berwarna biru muda tersebut, Melodi langsung las, air matanya tak terbendung lagi. " Mel...Ibu tahu kamu pasti sedih, tapi Ibu rasa ini mungkin sudah takdir Tuhan. Erlangga juga butuh kebahagiaan, dan sebentar lagi juga kamu akan menikah dengan Arrey. jadi kamu harus belajar ikhlas nak.." Bu Dina memeluk putrinya. berusaha menahan air matanya. Melodi berusaha menguatkan hatinya. kemudia mengurai pelukan sang Ibu. " Melodi pamit Bu.." Hanya itu yang mampu terucap. segera Melodi bergegas dari hadapan Ibunya. Dia tak mau ibunya semakin bersedih karenanya. Bu Dina menatap kepergian putrinya. Dia sangat tahu bagaimana perasaan putrinya. dia hanya bisa menghela napas dalam. " Semoga nantinya kamu bahagia nak.." *** Melodi memasuki lobby kantor dan langsung menuju toilet. Menatap wajahnya dicermin. kemudian dia menutup matanya dan air mata kembali menetes. Sekuat tenaga Melodienahan kesedihan tersebut. Membasuh wajahnya. dan kembali memakai ulang make up-nya. menutupi sembab matanya. Dengan bedak dan eyeliner yang sedikit tebal. Kembali Melodi menatap bayanganya dicermin memastikan sembab diwajahnya tidak terlihat. kemudian kembali memejamkan matanya. mengumpulkan kekuatan dirinya. " Kuat Melodi...kuat...bisa..harus bisa..." begitu Melodi menghibur dirinya sendiri. Kemudian dia bergegas menuju kantornya. Karena terlalu tergesa- GESA dia tidak berhati - hati sampai menabrak sesorang saat dia setengah berlari untuk mencapai lift. Akhhh....Melodi jatuh terpelanting, tapi sebelum menyentuh lantai, sesorang menyambar tubuhnya dan memeluknya. Melodi masih belum tersadar dengan keadaan. dia masih dalam pelukan orang tersebut. Sedang OB yang ditabrak meminta maaf dan langsung bergegas pergi. " Buka matamu, atau sengaja tidak mau membuka mata biar aku menggendongmu gitu " " Apa..." Melodi tersentak dan langsung mendorong orang tersebut dan merapikan pakaiannya. Beberapa orang yang tadinyaenonton tertawa dan langsung pergi. " Kamu ngapain disini, kamu ngikutin aku ya....dan kamu sengaja ya..cari- cari kesempatan " " Kamu sudah kutolong kok tidak bilang terimakasih, lagian wajar donk, kamu kan calon istriku" Kata orang tersebut yang tak lain adalah Arrey. Dia gemas melihat Melodi yang marah - marah kepadanya. Dan terlihat sangat lucu baginya. membuat dia tak berhenti tertawa. " Bodi amat..." Ketus Melodi dan bergegas masuk kelift. " Hey..." Arrey berteriak memanggil, tapi Melodi tak menghiraukannya. " Sial sekali aku hari ini...." Keluh Melodi saat sampai di mejanya. Dia duduk menghempaskan tubuhnya kesandaran kursi. " Baru datang Mel.." sapa Susan Belum sempat Melodi menjawab terdengar teriakan dari seorang pegawai. Menyuruh untuk berkumpul diruang serba guna. Mereka pun bergegas menuju ruang tersebut. Begitu Sampai, Melodi kaget bukan main saat melihat barisan yang ada didepan mereka. Akan tetapi saat ini bukan seperti Arrey yang semalam datang kerumah atau yang tadi pagi sempat bertengkar dengannya. Arrey yang dihadapinya, sangat dingin dan berwibawa, wajah tampannya terlihat tegas tanpa senyum sedikitpun. Semua karyawati berbisik- bisik mengangumi ketampanannya, tapi menyayangkan sikapnya yang dingin dan tak bersahabat. " Kenapa bisa sama orangnya.." batin Melodi.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN