Dua puluh lima tahun melintasi semesta, merajut kisah yang terus berlanjut meski para pelakonnya silih berganti. Usia telah mengukir garis-garis tegas di wajah Amira, kini enam puluh tujuh tahun, namun matanya tetap memancarkan api yang sama—nyala kehidupan yang menolak padam meski badai berkali menerpa. Rambutnya yang dulu sehitam arang kini memutih sempurna, disanggul sederhana seperti yang selalu dilakukan ibunya dulu. Pagi itu, langit Bandung menggantung rendah dengan awan kelabu yang menggumpal berat. Amira berdiri di depan jendela besar ruang kerjanya di lantai dua Rumah Sekar, memandang kompleks bangunan yang kini membentang seluas lima hektar. Tidak lagi sekadar rumah singgah, kini Yayasan Sekar telah berkembang menjadi pusat riset dan perawatan anak pengidap kanker terlengkap di
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


