Part 21, Perjalanan Bisnis 2...

1135 Kata

Hongkong... Fene menghubungi Bram, memberi tau perjalanannya. Bram senang, Fene memberi ruang kembali bersama. "Apa gue bilang..... Fene nggak usah dikejar... Dia cuma mau nyaman." Sindir Adrian. "Ya... Gue tau, baru sadar." Tawanya senang setelah mendapat telfon. Fene mencintai Bram, permasalahan beberapa bulan lalu lebih menguras pikiran, lebih baik menyendiri menyelesaikan pekerjaannya. Dia bukan menghindar, tubuhnya tidak bersahabat dengan cuaca Eropa. Ditambah dia harus menyelamatkan asetnya di Jakarta sebelum direbut Mark. Pesan Marisa selalu Fene ingat, 'selamatkan seluruh aset dari Mark.' Begitu menguras tenaga dan pikiran. Petter berpisah dari Fene dibandara Singapura. Petter senang menghabiskan waktu bersama, membicarakan rencana pekerjaan mereka, Fene meluangkan w

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN